Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukti Nyata Pegadaian Peduli pada Pegadaian Liga 2 2024/25, Peduli Sampah Hingga Geliat UMKM dan Coaching Clinic Selaras Dengan Misi Erick Thohir

Radar Digital • Selasa, 26 November 2024 | 21:48 WIB
BERSIH-BERSIH: Sejumlah suporter Deltras FC ketika bersih-bersih sampah di tribun Gelora Delta Sidoarjo, usai laga melawan Persela (15/11). (DOK INSTAGRAM)
BERSIH-BERSIH: Sejumlah suporter Deltras FC ketika bersih-bersih sampah di tribun Gelora Delta Sidoarjo, usai laga melawan Persela (15/11). (DOK INSTAGRAM)

Radar jember – Sosialisasi dan edukasi langsung di lapangan Pegadaian Peduli bersama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) terus membuahkan hasil positif. Di kalangan suporter hingga pegiat UMKM pun merasakan dampak akan kampanye apik PT. Pegadaian dan LIB di sejumlah stadion klub serta media sosial.

Mulai dari sadar akan kepedulian sampah di tribun, pelatihan UMKM, serta coaching clinic bagi pesepakbola cilik terus dilakukan dalam Pegadaian Peduli pada Pegadaian Liga 2 2024/25.

Seperti yang dilakukan sejumlah suporter Deltras FC Sidoarjo, yakni Deltamania di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (15/11/2024) lalu.

Pada laga home perdana di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pasca renovasi, beberapa korlap Deltamania usai pertandingan memunguti sampah yang ada di tribun. Kantong sampah warna hitam pun sudah disiapkan para korlap.

“Kami berupaya menjaga stadion Gelora Delta ini dengan hal-hal positif. Salah satunya membuang sampah dan memunguti sampah usai pertandingan,” ujar Agus, salah seorang suporter Deltras FC.

Dia menambahkan, aksi bersih-bersih sampah di tribun usai pertandingan itu semoga bisa berlanjut di laga lainnya.

“Kami harap aksi positif ini bisa menyadarkan rekan-rekan lainnya, untuk sadar akan kebersihan tribun stadion. Tahun lalu, aksi ini juga kami lakukan dari sosialisasi yang diberikan PT. Pegadaian,” imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan fans Persiraja Banda Aceh. Dalam lanjutan laga Grup 1, Kamis (21/11) Ketika Persiraja menghadapi tamunya Bekasi City FC di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. Suporter yang identik dengan warna oranye-oranye itu kompak menjaga kebersihan dengan memunguti sampah yang ada di tribun.

PEDULI: Sejumlah penonton Persiraja ketika memberikan sampah di tribun. (DOK INSTAGRAM PERSIRAJA)
PEDULI: Sejumlah penonton Persiraja ketika memberikan sampah di tribun. (DOK INSTAGRAM PERSIRAJA)

“Kampanye ini punya tujuan guna memberikan kesadaran kepada suporter dan penonton. Agar juga memperhatikan kebersihan lingkungan stadion,” ucap perwakilan LIB, Ais di Banda Aceh.

Lebih lanjut, Pegadian Peduli bagian dari program sosial perusahaan. Pihaknya berharap dapat mendorong perubahan perilaku positif yang lebih luas.

“Di mana suporter dan masyarakat secara umum lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan," sambungnya.

Melalui program ini, Pegadaian Peduli juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, baik di dalam maupun di luar stadion. Kegiatan serupa diprediksi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Pegadaian dalam mendukung komunitas dan olahraga di Indonesia.

 

Geliatkan Pertumbuhan UMKM Dari Rumput Hijau

PEDULI UMKM: Puluhan pelaku UMKM di Bojonegoro dengan antusias mengikuti pelatihan dari PT. Pegadaian. (DOK LIB)
PEDULI UMKM: Puluhan pelaku UMKM di Bojonegoro dengan antusias mengikuti pelatihan dari PT. Pegadaian. (DOK LIB)

UMKM menjadi salah satu sektor penting di perekonomian Indonesia saat ini. Ada ribuan pelaku UMKM yang terus memutar roda ekonominya hingga saat ini. Hal itu selaras dengan PT Pegadaian, sebagai sponsor utama Liga 2, yang turut menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat.

Melalui program Pegadaian Peduli Pegadaian Liga 2 2024/25, perusahaan ini berhasil menginspirasi para pelaku UMKM di Bojonegoro, Jawa Timur.

Acara dengan tema Pegadaian Peduli UMKM itu hasil kolaborasi dan sinergitas apik PT. Pegadaian dan LIB. Total ada 65 pegiat UMKM di Bondowoso bersama sejumlah fans Persibo Bojonegoro mengikuti acara tersebut, Sabtu (2/11) lalu di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Hadir dalam perhelatan, perwakilan dari Pegadaian Wilayah 12 Surabaya, Fajar Yudi Akmoko selaku Kabag TJSP, jajaran Manajemen Pegadaian Bojonegoro, di antaranya Manajer Non Gadai, Hardianto, Marketing Officer, Heri Susanto dan Sales Channel area Madiun, Arlita Ferdiana yang bertindak sekaligus sebagai pemateri.

Para pelaku UMKM tak hanya diberikan pengetahuan dan tips mengenai manajemen bisnis. Melainkan, juga membuka akses bagi UMKM terhadap permodalan melalui KUR Syariah Pegadaian.

"Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah," ujar Kepala Bagian (Kabag) Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), Pegadaian Wilayah 12 Surabaya, Fajar Yudi Akmoko.

Photo
Photo

“Program kami ada pengembangan UMKM yang ada di sekitar lokasi peserta Liga 2, ada juga program menabung emas, memilah sampah, dan juga program agen Pegadaian, dimana masyarakat umum bisa ikut serta dalam program kami,” lanjut Fajar.

Selain itu, manajer Non Gadai, Hardianto mengatakan, pegadaian punya tugas memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM. Agar lebih maju, baik dari kualitas maupun hal penting lainnya.

“Sehingga para pelaku UMKM mengalami peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Komitmen Pegadaian untuk keberlanjutan sektor ekonomi terus menjadi perhatian. Yakni menciptakan ekosistem berkelanjutan. Menggiatkan sektor ekonomi dari rumput hijau. Sinergitas olahraga sepakbola sebagai olahraga favorit di Indonesia disinergikan dengan beberapa sektor lainnya. Salah satunya ekonomi, dengan menyasar pegiat UMKM.

"Kami percaya bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menginspirasi," kata Heri Susanto, Marketing Officer Pegadaian Bojonegoro dalam pemaparannya.

Dalam pemaparannya, Heri juga menjelaskan mengenai tahapan dan syarat proses pengajuan ketentuan KUR Syariah. Hingga seluk beluk peningkatan UMKM. Maupun literasi keuangan, bisnis, suka duka UMKM, hingga tips lainnya.

Tujuan apik itu juga selaras dengan visi Indonesia dengan menguatkan sektor ekonomi dunia pada 2045. Pemberdayaan UMKM berkelanjutan hingga naik kelas. Dengan UMKM naik kelas, tentu juga berdampak pada peningkatan perekonomian nasional. Peran pemerintah, baik pusat maupun daerah sangat penting dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia.

 

Selaras Dengan Tujuan Erick Thohir, Perkuat Grassroot

KASIH INTRUKSI: Octavio Dutra dan Osas Saha penggawa Persibo, ketika memberikan intruksi kepada pemain-pemain cilik di Lapangan Gayam. (DOK LIB)
KASIH INTRUKSI: Octavio Dutra dan Osas Saha penggawa Persibo, ketika memberikan intruksi kepada pemain-pemain cilik di Lapangan Gayam. (DOK LIB)

Ketua umum PSSI, Erick Thohir mengatakan investasi sepak bola Indonesia, salah satunya adalah membangun grassroot atau pembinaan usia dini. Sebab, menurutnya, Indonesia kaya akan talenta yang potensial.

"Membangun Timnas sepakbola, tidak mungkin jadi senior saja, harus benar-benar dari grassroot, dan membangun tim nasional gak bisa kerja sendiri, karena itu kita mendorong bagaimana liga punya Elite Pro Academy," beber Erick Thohir.

Dirinya pun mengapresiasi coaching clinic yang digelar di Indonesia. Ia mengungkapkan pembangunan sepak bola Indonesia tidak bisa dilakukan dengan spontan. Menurutnya semua harus terstruktur dengan baik, dimulai dari akar rumput.

Pegadaian pun juga menggelar program coaching clinic. Bulan November, (2/11) lalu, 60 anak-anak dari 6 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Bojonegoro mendapat pelatihan secara langsung dari pemain Persibo, di Lapangan Gayam, Bojonegoro.

Dalam coaching clinic kali ini, mereka diberikan Latihan dasar. Mulai dari passing, dribble, bertahan, menyerang, dan kerja sama tim.

Dalam acara ini juga dilakukan pembagian beberapa bola kepada 6 SSB sebagai bentuk dukungan PT Pegadaian dan LIB dalam pengembangan sepak bola usia dini.

Ali Mahmud, Manajer Kompetisi dan Pengembangan Klub Persibo Bojonegoro, menyatakan bahwa tujuan dari coaching clinic ini adalah untuk memotivasi anak-anak agar lebih bersemangat berlatih dan memberikan contoh bagaimana menjadi pemain profesional.

Harapannya, kegiatan ini dapat mendukung regenerasi bakat sepak bola di Bojonegoro dan Indonesia secara umum.

Tak hanya di Bojonegoro, coaching clinic juga hadir di Banda Aceh (22/11). Total ada 50 peserta, terdiri dari pelatih dan pemain muda dari SSB Fourgee di Banda Aceh.

BERI ARAHAN: Andik Vermansyah pemain Persiraja, ketika memberikan pelatihan kepada anak-anak SSB. (DOK LIB)
BERI ARAHAN: Andik Vermansyah pemain Persiraja, ketika memberikan pelatihan kepada anak-anak SSB. (DOK LIB)

Dari tim Persiraja, hadir pelatih kepala Akhyar Ilyas bersama pemain, Andik Vermansah dan Miftahul Hamdi. Serta perwakilan manajemen tim dan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Pegadaian tidak hanya berfokus pada bidang usaha, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung kemajuan olahraga di tanah air. Dengan menggelar coaching clinic ini, kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata dalam mencetak pemain sepak bola berkualitas, terutama dari Aceh," ujar perwakilan Pegadaian Daerah Banda Aceh, Muzi Maulidin. (bud)

Editor : Radar Digital
#lib #pegadaian peduli #persiraja #Pegadaian liga 2 #persibo #deltras #Pegadaian #liga 2 #andik vermansyah