radar jember - Rizky Ridho menjadi pemain kunci di skuad Timnas Indonesia dan klubnya Persija Jakarta di Liga 1.
Pemain muda ini pun menjadi sorotan banyak media. Tak terkecuali media di luar negeri, yakni Vietnam.
Berita terbaru, cibiran media Vietnam ini muncul menanggapi pernyataan Mohamad Prapanca, selaku Direktur Persija Jakarta, perihal gaji pemain muda Macan Kemayoran.
Secara khusus, Prapanca sebenarnya meyakini deretan para pemain muda Indonesia saat ini bisa mengikuti jejak legenda Tanah Air.
Mereka bahkan tak habis pikir, mengapa pemain yang disebut bintang dan dikabarkan jadi rebutan klub-klub luar negeri mendapat gaji kecil di klubnya.
Soha.vn bahkan membandingkan nominal gaji Ridho di Persija dengan gaji pemain Timnas Vietnam yang berasal di kasta kedua Liga Vietnam.
"Banyak pemain lokal Indonesia yang memiliki tingkat pendapatan rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan pemain kasta kedua Liga Vietnam," tulis Soha.vn.
"Pendapatan sederet pemain seperti Rizky Ridho, Egy Maulana dan Muhammad Ferarri sebesar Rp 2 miliar, atau setara dengan 3,26 miliar VND per tahun. Rizky Ridho yang dianggap memiliki talenta cemerlang di sepak bola Tanah Air, banyak mendapat tawaran bermain di luar negeri."
"Ia memiliki fisik dan ketangguhan yang mumpuni untuk menjadi kapten Timnas U-23 Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 2023.bTapi gaji yang didapat jauh lebih rendah dibandingkan pendapatan banyak pemain Timnas Vietnam," imbuh mereka
Soha.vn membandingkan dengan sejumlah pemain Timnas Vietnam, seperti Bui Hoang Viet Anh dari CAHN FC yang digaji Rp 3 miliar per tahunnya.
"Untuk Bui Hoang Viet Anh sendiri, pemain ini mendapat kontrak yang dikabarkan bernilai 6 miliar VND/tahun (Rp 3 miliar)."
"Beberapa nama besar seperti Egy Maulana dan Ferarri bahkan tak mampu menghasilkan uang sebanyak Nguyen Dinh Bac. Tentu saja kontrak mahal seperti Cong Phuong dan Hoang Duc menjadi dambaan banyak pemain Indonesia."
"Baru-baru ini, Cong Phuong, Hoang Duc, Van Lam di kasta kedua Liga Vietnam menerima gaji 20-30 miliar VND (Rp 18 miliar) selama 3 tahun.