Mengulas Juara JBL 2024 Radar Jember (2)
Dominasi Permainan, Sabet Jawara Putra-putri
Kemenangan tim basket putra dan putri SMPN 1 Jember dalam laga JBL 2024 Radar Jember bukanlah perjuangan yang mudah. Banyak hal yang harus disiapkan hingga menjadi juara. Bagaimana ceritanya?
AZZQAL AZQIYA’ - M ADHI SURYA,
Kaliwates, Radar Jember.
TIM bola basket SMPN 1 Jember mampu menyabet gelar Champion dalam laga Jember Basketball league (JBL) 2024 Radar Jember di GOR PKPSO Jember. Tak tanggung-tanggung, tim putra dan putri sama-sama juara.
Pada kategori tim putra, kesuksesan tim basket SMPN 1 Jember diraih tidak dengan mudah. Selain mendapat tantangan dari lawan-lawan berat, banyak hal yang disiapkan untuk merebut gelar champion. Apalagi, dua laga sebelumnya, tim putra SMPN 1 Jember pulang menjadi runner-up.
Kemarin, perasaan bangga dan bahagia terasa kental menyelimuti tim putra SMPN 1 Jember setelah menerima gelar champion. Tak ada henti para pemain bersorak sambil loncat-loncat mengangkat trofi. Merayakan kemenangan mereka seusai melewati banyak pertandingan yang menegangkan.
Pelatih basket SMPN 1 Jember, Arif Angga Yuda, menjelaskan, di laga JBL 2024 Radar Jember pebasket putra SMPN 1 Jember memang tampil lebih bagus daripada laga yang sebelumnya diikuti. Dalam melakukan dribble, penempatan posisi dan umpan kepada temannya selalu tepat. “Mereka sepertinya bermain dengan santai. Mengalir saja dengan pertandingan yang dilewati,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Memang tak dapat dimungkiri, pada setiap pertandingan, tim basket putra SMPN 1 Jember selalu menampilkan performa yang epic. Ketika laga final melawan SMPN 2 Jember, pebasket SMPN 1 Jember menunjukkan permainan yang ciamik. Padahal, tim basket putra SMPN 2 Jember tak bisa dianggap remeh. Tapi, dengan keluwesannya men-dribble dan menggocek bola basket, pebasket SMPN 1 Jember ternyata mampu menjatuhkan pebasket SMPN 2 Jember.
Walaupun secara skill pebasket SMPN 1 Jember meningkat, Arif menekankan kesiapan mental pemain dalam menghadapi final. Sebab, biasanya saat masuk laga final, yang menjadi persoalan yaitu mental pemain. “Tak banyak strategi. Jadi, kami lebih fokus untuk mempersiapkan mental. Kalaupun secara permainan bagus, kalau mental belum siap, ya, pasti hasilnya tidak sesuai sama harapan," jelasnya.
Sementara itu, pada kategori tim putri, Arif mengatakan, kekuatan timnya tak perlu diragukan. Meski perempuan, namun memiliki fisik yang cukup baik. Tak hanya itu, dalam proses menjaga pertahanan, mereka mampu tampil memukau. “Perempuan ini cukup hebat, kekuatan fisik mereka bisa diandalkan hingga laga final,” terangnya.
Sejak debutnya, tim besutannya itu mampu menari-nari menunjukkan skill-nya saat memantulkan bola di lapangan basket. Bahkan termasuk tim yang tak pernah terkalahkan hingga babak final. “Kekuatan fisik dan mental pemain menjadi salah satu pegangannya, sehingga atlet mampu mengeluarkan skill-nya secara maksimal,” imbuhnya.
Angga mengatakan, kehebatan timnya dalam mencapai puncak babak final itu tentu didasari oleh kerja keras selama persiapan bertanding. Terutama dalam mengatur pola fisik dan mental pemain. Dengan potensi atlet yang dimiliki itu, Angga berharap mampu menjadikan olahraga basket ini sebagai salah satu ekstrakurikuler yang cukup serius, sehingga mereka terus memiliki wadah sampai menjadi atlet profesional. “Sebagai pemain perempuan tentu harus terus dikawal. Sebab, lebih rentan berhenti daripada atlet laki-laki,” pungkasnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital