Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Apa Itu Keturunan Blijvers? Mengenal Istilah yang Sering Muncul dan Jarang Diketahui di Timnas Indonesia

Radar Digital • Rabu, 25 September 2024 | 19:15 WIB
Marteen Paes DOK PSSI.ORG
Marteen Paes DOK PSSI.ORG

 

Radar Jember – Timnas Indonesia semakin berwarna dengan kehadiran pemain-pemain yang berasal dari berbagai latar belakang.

Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, timnas dihuni oleh pemain keturunan langsung, naturalisasi, diaspora, hingga blasteran, yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, keberagaman yang bersatu dalam satu tujuan: kejayaan sepak bola Indonesia.

Dalam skuad ini, berbagai istilah muncul untuk menggambarkan asal-usul para pemain.

Keberagaman tersebut memperkuat timnas, tidak hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan, dengan membawa berbagai pengalaman dan keahlian dari seluruh dunia.

Berikut beberapa istilah yang sering muncul terkait asal-usul pemain timnas Indonesia:

  1. Keturunan Langsung

Pemain yang lahir dari orang tua Indonesia, tumbuh dan tinggal di Indonesia sejak lahir. Mereka membawa semangat dan budaya lokal dalam permainan.

Contoh pemain: Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Witan Sulaiman, Pratama Arhan, dan Asnawi Mangkualam.

  1. Naturalisasi

Pemain asing yang mendapatkan kewarganegaraan Indonesia setelah memenuhi syarat tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Pemain naturalisasi ini sering membawa pengalaman dari kompetisi internasional yang memperkaya permainan tim.

Contoh: Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Ilija Spasojevic, dan Marc Klok.

  1. Diaspora

Pemain keturunan Indonesia yang lahir dan besar di luar negeri, dengan garis keturunan Indonesia dari orang tua atau kakek-nenek. Mereka membawa pengaruh gaya bermain dari negara tempat mereka tumbuh, tetapi memiliki ikatan darah dengan Indonesia.

Contoh: Jay Idzes, Just Hubner, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen.

  1. Blasteran WNI

Pemain dengan darah campuran, lahir dari pasangan orang tua Indonesia dan asing, tetapi tidak melalui proses naturalisasi. Mereka bermain untuk timnas dengan kebanggaan ganda, mewakili dua budaya dalam satu jiwa.

Contoh: Ronaldo Kwateh, Egy Maulana Vikri, dan Elkan Baggott.

  1. Keturunan Blijvers

Pemain yang sama sekali tidak memiliki darah Indonesia, namun merupakan keturunan Belanda atau Eropa yang pernah tinggal di Hindia Belanda atau negara koloni lainnya. Mereka tidak pernah menetap di Indonesia selama 5 atau 10 tahun, namun punya hubungan sejarah dengan tanah air.

Contoh: Maarten Paes.

Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri bagi timnas Indonesia. Pemain-pemain dari berbagai latar belakang membawa karakteristik unik yang memperkaya strategi dan taktik permainan tim.

Harmoni dalam perbedaan ini menjadi simbol semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak hanya menjadi semboyan negara, tetapi juga tercermin di lapangan hijau.

Dengan komposisi skuad yang variatif ini, harapan besar pun tertuju pada timnas Indonesia untuk terus berprestasi di kancah internasional.

Keberagaman bukanlah penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan yang mempererat persatuan dalam mengejar satu tujuan: mengharumkan nama Indonesia di dunia sepak bola.

 

 

Editor : Radar Digital
#Blijvers #apa itu diaspora #diaspora #timnas #naturalisasi