Radar Jember – Menjelang final PON XXI Aceh-Sumut 2024, Jawa Timur (Jatim) tampil sebagai salah satu kandidat kuat untuk merebut medali emas di cabang sepak bola putra.
Di bawah komando Fakhri Husaini, pelatih berpengalaman yang pernah membawa Timnas U-16 menjuarai Piala AFF 2018, Jatim bersiap menghadapi Jawa Barat (Jabar) di laga pamungkas yang akan digelar di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Ini adalah kesempatan bagi Fakhri untuk menghapus memori pahit tiga tahun lalu, ketika ia gagal membawa Aceh menjadi juara di final PON XX 2021 setelah kalah dari tuan rumah Papua.
Jawa Timur berhasil mencapai final setelah mengalahkan Aceh di semifinal dengan skor tipis 1-0, sebuah kemenangan yang tentu memberikan dorongan moral besar.
Dalam laga tersebut, tim Jatim menunjukkan kekompakan dan ketahanan fisik yang solid, meski menghadapi tekanan dari pendukung tuan rumah.
Namun, tantangan besar menanti mereka di laga final karena Jatim hanya memiliki waktu istirahat satu hari, faktor yang bisa mempengaruhi kebugaran pemain.
Selain itu, gelandang andalan mereka, Rano Jutati, harus ditarik keluar akibat cedera di laga sebelumnya, dan belum dipastikan apakah ia bisa tampil di laga krusial ini.
Secara taktik, Fakhri kemungkinan akan mempertahankan formasi 3-5-2 yang menjadi andalannya sejauh ini.
Kiper Aldino Fanani akan tetap diandalkan untuk menjaga gawang, dengan trio bek M. Aditya Rangga, M. Yoga Wahyu Pratama, dan Rizky Dwi Nugraha Asyari yang sudah solid sepanjang turnamen.
Lini tengah Jatim akan menjadi kunci, dengan Rafli Ar Rasyid, Qa'qa Zaky Basham, dan M. Arya Pratama sebagai motor penggerak serangan sekaligus menjaga keseimbangan permainan.
Jika Rano Jutati fit, kehadirannya di lini tengah akan sangat berpengaruh. Di lini depan, Achmad Dwi Firmansyah dan Wigi Pratama akan menjadi andalan Jatim untuk mencetak gol.
Meski memiliki waktu istirahat yang sama singkatnya dengan Jatim, Jawa Barat datang dengan motivasi tinggi setelah tim putri mereka terlebih dahulu meraih medali emas.
Namun, Jabar harus menghadapi tantangan berat dalam hal kebugaran, mengingat mereka telah melalui dua pertandingan dengan babak perpanjangan waktu, yaitu di perempat final melawan Sumatera Utara dan di semifinal melawan Kalimantan Selatan.
Hal ini bisa menjadi keuntungan bagi Jatim, yang mungkin lebih segar secara fisik meski memiliki waktu istirahat yang singkat.
Selain faktor teknis dan fisik, Fakhri juga menyoroti pentingnya keadilan dalam memimpin pertandingan, berharap wasit di final nanti bisa memimpin dengan objektif seperti yang dilakukan Rio Permana Putra dalam semifinal melawan Aceh.
Bagi Fakhri, kemenangan yang dicapai harus murni karena kemampuan pemain di lapangan, bukan karena intervensi wasit atau faktor non-teknis lainnya.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, Jatim memiliki peluang besar untuk mengakhiri perjalanan di PON XXI dengan membawa pulang medali emas, tergantung pada bagaimana mereka mengatasi kelelahan dan tetap fokus dalam menjalankan strategi yang diterapkan oleh Fakhri.
Pertandingan final ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi para pemain, tetapi juga bagi Fakhri untuk menebus kegagalan di PON sebelumnya dan menambah prestasi baru di karier kepelatihannya.
Perkiraan Pemain:
Jawa Barat (4-1-4-1): 30-Sujarmin; 28-Al-Fariz Sobirin, 29-Fauzan Nabil Syahwal, 13-Rakha Shabir Al-Hady, 19-Hendri Gunawan; 6-Abdan Hanif Musthafa; 31-Zamzam Sovia Aropa, 27-M. Farhan, 12-Marvin Nugraha Hilmansyah, 2-Krisna Prasetyo; 10-M. Afif Fathoni
Pelatih: Dindin Wahyudin
Jawa Timur (3-5-2): 1-Aldino Fanani; 3-M. Aditya Rangga, 5-M. Yoga Wahyu Pratama, 4-Rizky Dwi Nugraha Asyari; 14-M. Arya Pratama, 17-M. Bintang Raditya, 8-Rano Jutati, 16-Qa'qa Zaky Basham, 22-Rafli Ar Rasyid; 15-Achmad Dwi Firmansyah, 11-Wigi Pratama
Pelatih: Fakhri Husaini
Siaran langsung: iNews TV/Vision+ Pukul 20.15 WIB
Editor : Radar Digital