Radar Jember – PSHT menjadi salah satu perguruan silat yang tidak asing dikalangan masyarakat. Salah satu perguruan silat yang terkenal ini telah menjangkau hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berpusat di Kota Madiun Jawa Timur, perguruan ini telah menjangkau hampir di 236 kota/kabupaten di Indonesia, tak terkecuali di Jember.
Nur Khalisah, merupakan salah satu mahasiswi PSHT berprestasi yang tergabung PSHT UIN KHAS Jember. Mahasiswi asal Besuki ini telah menjuarai beberapa kejuaraan pencak silat di berbagai tingkat.
Nur menjelaskan bahwa dia menggeluti PSHT karena keinginannya sendiri. Nur mulai bergabung PSHT sejak memasuki dunia perkuliahan.
“Saya mengikuti PSHT karena keinginan saya sendiri. Saya juga belajar tarung, namun juga mendalami pada seni,” ujarnya.
Nur menjelaskan alasan yang membuatnya tertarik dengan PSHT karena persaudaraan dan pengasahan bakat yang dia miliki.
“Di PSHT bukan hanya mempelajari tentang beladiri, tetapi juga tentang pesaudaraan. Serta bisa mengasah bakat. Itu yang membuat saya tertarik untuk bergabung dengan PSHT,” ucap mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) semester lima.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dia berlatih di malam hari di kawasan kampus UIN KHAS Jember. Latihan di malam hari dipilih untuk menghindari bentrok waktu dengan perkuliahannya.
Usahanya tentu tidaklah mudah, dia menemukan berbagai lawan yang sulit untuk dilawan dalam pertandingan yang dia hadapi.
“Lawan terberat itu seni PSHT UIN Walisongo, dalam event Jawara (Jawa-Madura) dalam tingkat nasional,” jelasnya.
Nur menjuarai seni PSHT dalam Event Pencak Silat Krida Siswa III dan Bhirendra UNEJ Cup.
“Saat saya mengalami kegagalan saya tidak patah semangat dan terus berlatih sedangkan kalau saat saya menang saya sangat berterima kasih kepada pelatih-pelatih saya karena sudah mendampingi saya,” pungkasnya. (mgm1/bud)
Editor : Radar Digital