Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Kisah Perjalanan Syifa Nur Afifa Kamal dan Arif Dwi Pangestu Kalah Telak di Olimpiade Paris 2024

Radar Digital • Selasa, 6 Agustus 2024 | 01:45 WIB
Sumber Foto: Akun Instagram resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga
Sumber Foto: Akun Instagram resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga

 

 Radar Jember - Dua atlet panahan Indonesia, Syifa Nur Afifa Kamal dan Arif Dwi Pangestu, mengalami nasib sial di babak 1/32 eliminasi Olimpiade Paris 2024.

Syifa, yang berlaga di nomor pertandingan individual recurve putri, harus mengakui keunggulan Bhajan Kaur dari India dengan skor 3-7.

Sementara itu, Arif, yang bertanding di nomor individual recurve putra, tersingkir oleh Tang Chih-Chun dari Taiwan dengan skor 1-7.

Syifa memulai pertandingan dengan penuh semangat, namun tidak mampu mengimbangi ketepatan dan konsistensi Bhajan Kaur.

Meskipun memberikan perlawanan yang gigih, Syifa akhirnya harus merelakan tempatnya di Olimpiade Paris 2024 kepada atlet India tersebut.

Arif Dwi Pangestu juga menghadapi pertandingan yang berat melawan Tang Chih-Chun.

Meski berusaha keras untuk mengimbangi lawannya, Arif kalah dengan skor yang cukup telak.

Berbeda dengan Syifa dan Arif, Diananda Choirunisa berhasil melaju ke babak 1/8 eliminasi pada nomor pertandingan individual recurve putri.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Invalides Arena pada Selasa, 30 Juli, Diananda mengalahkan Catalina Gnoriega dari Amerika Serikat dengan skor tipis 6-5.

"Alhamdulillah, berkat dukungan dari masyarakat Indonesia, saya menembak dengan sangat santai tadi. Saya tidak memikirkan apa-apa, yang penting jika bisa menembak 10, saya pasti menang. Alhamdulillah, saya berhasil menembak 10 dan menang," ungkap Diananda

Diananda, yang sering dipanggil Anis, memulai pertandingan dengan kurang baik, kalah start dengan hanya mencetak satu poin 10 dari tiga percobaan pada set pertama.

Namun, di pertengahan pertandingan, atlet berusia 27 tahun ini mulai lebih fokus sehingga tembakannya menjadi lebih akurat.

Pada set keempat, dia berhasil meraih dua kali 10 poin yang memastikan kemenangannya atas Catalina.

Tampil untuk kedua kalinya di Olimpiade, Anis mengaku lebih mampu mengontrol emosinya. Banyaknya kompetisi yang diikuti sebelum Olimpiade Paris membuatnya lebih terbiasa dengan suasana pertandingan.

"Di Olimpiade pertama, rasa gugupnya tidak bisa dikendalikan, tetapi alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Pak Arsyad Rasyid (Ketua Umum PP Perpani), kami sering mengikuti pertandingan dan bertemu dengan lawan-lawan, jadi saya lebih santai," tambahnya.

Sebelumnya, Diananda Choirunisa juga berhasil mengalahkan Laura van der Winkel dari Belanda dengan skor 7-1.

Diananda memenangkan tiga set dan satu seri. Meski unggul secara peringkat dunia, Laura van der Winkel memberikan perlawanan yang sulit.

Pada set pertama, Diananda menang tipis 25-24, dan pada set kedua, dia hampir sempurna dengan poin 10, 9, dan 10.

Meskipun Laura berhasil menyamakan poin 25 di set ketiga, Diananda akhirnya menang tipis 29-28 di set keempat.

Pada babak 16 besar Olimpiade 2024 Paris di nomor women's individual putri, Diananda Choirunisa menghadapi Catalina Gnoriega.

Di set pertama, Diananda meraih 27 poin (10, 8, 9), sementara Catalina unggul dengan 28 poin (10, 10, 8). Pada set kedua, kedua atlet sama-sama meraih 29 poin.

Set ketiga berakhir imbang dengan kedua atlet mencetak 26 poin, namun Diananda menyamakan kedudukan menjadi 4-4 setelah menang 29-28 di set keempat.

Pertandingan harus ditentukan melalui set tambahan karena pada set kelima, kedua atlet kembali mencetak 26 poin.

Dalam set 'tos-tosan', Diananda yang menembak pertama kali mencetak poin sempurna 10, sementara Catalina hanya mampu mencetak 8 poin.

Kemenangan ini membawa Diananda ke perempat final Olimpiade 2024 Paris di nomor women's individual recurve. Diananda akan bertanding kembali pada 3 Agustus 2024.

 

Editor : Radar Digital
#Olimpiade #Olimpiade Paris 2024