Radar Jember – Liga 2 Indonesia untuk musim 2023/2024 dimulai pada 3 September 2023 dan berakhir pada 9 Maret 2024.
Format kompetisi kali ini menggunakan sistem berbasis grup dengan 28 tim yang dibagi menjadi empat grup, masing-masing terdiri dari tujuh tim.
Setiap grup akan bertanding dalam format double round robin, di mana setiap tim bermain kandang dan tandang.
Babak Pendahuluan:
- 28 tim dibagi menjadi 4 grup (7 tim per grup).
- Tiga tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak 12 besar.
- Empat tim terbawah dari setiap grup akan berpartisipasi dalam babak playoff degradasi.
Babak 12 Besar:
- Terdiri dari 3 grup, masing-masing berisi 4 tim.
- Menggunakan sistem double round robin.
- Tiga tim teratas dari setiap grup akan maju ke fase final.
Fase Final:
- Terdiri dari empat tim yang bertanding dalam sistem knock-out untuk menentukan juara dan tim yang promosi ke Liga 1.
- Pemenang dari pertandingan ini akan mendapatkan tiket promosi, sementara tim yang kalah akan bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga dan satu tiket promosi tambahan.
PSSI mempertimbangkan untuk meninjau ulang format kompetisi setelah menerima keluhan dari klub-klub yang merasa dirugikan oleh pengurangan jumlah pertandingan. Sebelumnya, format kompetisi Liga 2 juga mengalami perubahan yang menghapus babak 16 besar, yang berpotensi mengurangi kesempatan tim untuk berkompetisi.
”Semua akan dikomunikasikan dulu dengan PT Liga. Kemungkinan dari PSSI akan menganalisis dulu untuk menentukan format kompetisi ini seperti apa. Itu kita akan analisis dulu,” kata Ketua Komite Kompetisi PSSI Endri Erawan saat dikonfirmasi, Jumat (28/7/2023) malam.
”Sekarang akan di-review dan dianalisis oleh PSSI dan PT Liga,” ucap Endri.
Dengan total 344 pertandingan yang direncanakan, Liga 2 2023/2024 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan kesempatan bagi tim-tim untuk bersaing memperebutkan promosi ke Liga 1.
Untuk Liga 2 Indonesia musim 2023/2024, setiap klub diizinkan untuk mengontrak dua pemain asing.
Namun, ada ketentuan khusus mengenai kewarganegaraan pemain asing tersebut.
Satu pemain asing dapat berasal dari negara mana saja, sementara pemain asing kedua harus berasal dari Asia.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kualitas kompetisi Liga 2 dan mempersiapkan tim-tim yang berpotensi promosi agar tidak terkejut dengan level permainan di Liga 1.
"Iya memang adanya pemain asing itu memberi nilai lebih dari penyelenggaraan Liga 2 ini. Ya Mudah-mudahan ini terus bisa dijaga terutama konsistensi dalam semua jajaran kepengurusan ini terutama perangkat pertandingan kemudian panpel penyelenggara. Kalau itu semua on track saya rasa semakin hari akan semakin baik," kata Ferry selaku Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru.
Editor : Radar Digital