KEBONAGUNG, Radar Jember – Kondisi mati surinya induk organisasi olahraga renang, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jember, nyatanya tidak menyurutkan semangat atletnya untuk berprestasi. Nyatanya, perenang Jember memborong 24 medali pada Kejurkab Renang Lumajang, di Kolam Veteran Lumajang, Minggu (7/7).
Kejuaraan tingkat regional tersebut diikuti atlet dari Lumajang, Bondowoso, dan Jember. Dengan demikian, bisa menjadi acuan perkembangan atlet renang Jember. “Pesertanya ini ada Lumajang dan Bondowoso. Bila atlet kami sukses, maka optimistis ke kejuaraan lebih tinggi lagi,” terang Mega, pelatih renang Jember.
Dia menyebut, cabor renang Jember tidak dalam kondisi baik-baik saja. Artinya, induk organisasi renang, PRSI Jember, seharusnya sudah diganti menjadi Aquatic. Sebab, dari pusat sampai Jatim, terdapat perubahan nama PRSI menjadi Aquatic. “Jember belum, karena kami belum melaksanakan muskab,” tuturnya.
Oleh karena itu, hasil memuaskan di Lumajang tersebut bisa membuat bangkit atlet renang Jember. “Kami tidak bisa ikut kejuaraan renang seperti Kejurprov dan lainnya. Karena, kejuaraan itu perlu SK kepengurusan. Maka dari itu, adanya kejuaraan Kejurkab Lumajang ini menjadi pelipur lara bagi atlet,” tuturnya.
Dalam Kejurkab Lumajang tersebut, Mega mengatakan, klub renang Dolphin Jember menurunkan 19 atlet. “Sebagian atlet yang kami turunkan itu baru pertama kali mencicipi kejuaraan,” ungkapnya.
Mega memerinci, ada 23 medali yang diraih pada kelas individu. Meliputi 5 medali emas, 9 medali perak, dan 9 perunggu. Sementara, pada kelas beregu, atlet Jember memperoleh medali perak untuk putra dan medali perunggu untuk putri.
Dalam kompetisi tersebut, kata dia, ada catatan baik untuk anak didiknya, yaitu cepat beradaptasi. “Apalagi atlet baru juga kami terjunkan,” terangnya.
Hal tersebut, tambahnya, semakin membuat Mega percaya diri bahwa atlet renang Jember cukup kompetitif di ajang lainnya yang lebih tinggi. Walau kondisi induk organisasinya mati suri. (dhi/c2/dwi)
Editor : Radar Digital