RADARJEMBER.ID - Viralnya jersey tandang klub Liga 3 asal Jawa Timur, yakni Persedikab Kabupaten Kediri membuat cukup banyak kolektor memburu jersey tersebut.
Sebab, jersey yang didominasi warna Navy - Abu Abu itu, memiliki makna tersendiri. Jersey away Persedikab yang dipakai musim ini dalam kompetisi Liga 3 2023/2024 diproduksi oleh apparel asal Jember. Yakni Noto Sportswear.
Sebelumnya, jersey Persedikab buatan Noto itu cukup viral di sosial media X. Diunggah oleh akun kolektor asal Inggris, yaitu Classic Football Shirts.
Bahkan dikomen beberapa influencer serta kolektor jersey lainnya dengan nada positif. Salah satunya dokter Tirta yang sudah membeli jersey produk Noto itu.
Rizky Adi Nugraha, salah satu owner Noto Sportswear pun memberikan ceritanya.
Dibalik desain dan makna jersey tandang tersebut memiliki filosofi akan sejarah wilayah Kediri dengan sejumlah poin dan perjalanan panjangnya.
Ditanya, apakah desain tersebut pihak Noto menggandeng desainer jersey?, Rizky Adi pun membenarkan hal itu.
"Betul, untuk desain tim Persedikab tahun 23/24 ini baik Jersey Home atau Away kami menggandeng desainer lokal mas Yosi Tara (@waltz_the_pitch), salah satu desainer jersey asal Yogyakarta. Namun tetap pada eksekusi akhir ada penyempurnaan dari internal tim Noto Sportswear seperti peletakan desain dengan kesesuaian pola jersey, dll. Setelah sebelumnya di 2021 kami menggandeng desainer jersey timnas dari apparel Mills yakni mas Fajar Ramadhan (@fajarrusalem)," jelas Adi kepada Jawa Pos Radar Jember.
"Mas Tara ini sendiri hasil karya nya juga beberapa kali sudah viral di dunia perjerseyan, termasuk ketika bekerjasama dengan apparel Reds dari Bantul. Jadi memang sepak terjangnya sudah mumpuni," imbuhnya.
Selain itu, bagaimana bisa tercetus ide akan makna sejarah panjang Kediri tertuang dalam jersey tersebut?. Adi pun memberikan ceritanya.
"Request dari pihak klub mas. Untuk desain home sendiri terinspirasi dari hewan mitologi di Candi Tegowangi yang berbentuk burung, dengan filosofi agar tim Persedikab tahun ini bisa terbang tinggi naik ke kasta selanjutnya yakni Liga 2," lanjut dia.
"Sedangkan untuk jersey Away yang viral beberapa waktu ini, terinspirasi dari Goa Surowono dan daerah sekitarnya, manajemen tim Persedikab terinspirasi dari ekspedisi Surowono yang dilakukan oleh tim Jawa Pos Radar Kediri beberapa waktu silam. Dan karena juga situs Goa Surowono dan sekitarnya ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kabupaten Kediri," ucap Adi.
"Dan proses desain ini memang kita sudah pikirkan secara matang, Liga 3 Jawa Timur 2023 itu bergulir bulan Desember 2023, desain jersey ini sendiri sudah kita rancang sejak bulan Agustus 2023 jadi memakan waktu development sekitar 3-4 bulanan," beber Adi.
Lebih lanjut, Derry Cahya Novrianto, yang juga owner Noto Sportswear menambahkan, desain jersey yang dibuat Noto Sportswear pun tak boleh asal-asalan. Ada makna terkandung dan desain yang sudah disepakati.
"Pasti, karena Jersey itu bisa kita anggap “sakral” sebagai jubah perang pemain dalam menghadapi lawan di dalam lapangan. Dengan jersey yang berfilosofi kami memiliki keyakinan hal itu bisa memberikan motivasi dan semangat berlipat ganda untuk pemain saat menggunakan jersey tersebut," urai Derry.
"Tidak hanya Persedikab, tahun 2023/2024 ini kami juga bekerjasama dengan Tim Persid Jember dan Persika Karawang yang mana jersey dari tim-tim tersebut juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan julukan atau sejarah daerah tim masing-masing," pungkasnya. (bud)
Editor : Radar Digital