Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Crossfit Banyak Digemari Warga Jember, Kecepatan Gerakan Harus Seimbang

Alvioniza • Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

HIDUP SEHAT: Crossfit, kini digemari oleh banyak warga Jember. Selain bisa membuat tubuh sehat, olahraga ini juga dapat melatih konsentrasi. (Azzqal/ Radar Jember)
HIDUP SEHAT: Crossfit, kini digemari oleh banyak warga Jember. Selain bisa membuat tubuh sehat, olahraga ini juga dapat melatih konsentrasi. (Azzqal/ Radar Jember)
 JEMBER, RADARJEMBER.ID- OLAHRAGA merupakan salah satu cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Agar mendapatkan bentuk yang maksimal, salah satu olahraga yang patut dicoba adalah crossfit, atau latihan olah tubuh dengan intensitas tinggi yang menggabungkan kardio dalam satu sesi.

Crossfit dilakukan dengan cara mengangkat beban dalam satu lintasan, dengan waktu yang sudah ditentukan.

Gerakannya cukup mudah, namun membutuhkan energi yang cukup banyak, karena dilakukan terus menerus. Oleh sebab itu, diperlukan penyesuaian gerakan dan waktu yang tepat.

Sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya cedera dan muntah di lapangan.

Fery Lingga Saputra, Olahragawan Jember mengatakan, beban yang diangkat dalam crossfit tidak seberat ketika melakukan fitnes.

Namun, gerakannya dilakukan secara terus menerus dalam satu lintasan yang sudah dirancang sedemikian rupa.

“Ini tujuannya untuk full body workout. Jadi, tidak hanya mengarah pada satu titik saja,” terangnya.

Pria yang juga sebagai Owner Wakanda Fit Jember ini juga mengatakan, ada beberapa istilah penyebutan olahraga satu ini, diantaranya military camp dan hiit cardio.

Meski berbeda penyebutan, namun cara melakukannya dan tujuannya sama. Yakni membentuk tubuh yang ideal, bukan hanya bagian tubuh tertentu saja.

Ada dua konsep dalam melakukan crossfit, pertama untuk pemula biasanya akan dilakukan penyesuain kecepatan dan gerakannya. Intensitasnya terbilang cukup lambat.

Sehingga, mereka dapat menyesuaikan diri dengan tenaga yang dibutuhkan. “Untuk pemula biasanya satu sesi 45 detik, kemudian istirahatnya juga 45 detik,” jelasnya.

Konsep kedua adalah High Intensity Interval Training (HIIT), biasanya hal ini diterapkan oleh orang yang sudah cukup lama melakukan crossfit.

Waktu istirahatnya akan dikurangi, sementara waktu untuk melakukan gerakan di setiap sesi lintasan akan dipercepat. “Satu sesi latihan itu banyak gerakan,” tutur Fery.

Salah satu kunci keberhasilan crossfit adalah penggunaan alat yang benar.

Karena jika salah, maka bentuk tubuhnya tidak akan terbentuk secara maksimal.

Akibat performa latihannya tidak didapatkan dengan baik. “Harus fokus dalam menggunakan alatnya,” pungkasnya. (ham/sil/nur)

Editor : Alvioniza
#crossfit #Jember #Lifestyle