SIDOARJO, Radar Jember – Cabor berkuda Jember langsung moncer di laga perdana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023. Bertanding di Sidoarjo, ada tiga nomor pertandingan yang digelar. Tim Jember berhasil meraih tiga medali di nomor pacu.
Tiga nomor pertandingan tersebut ialah panahan berkuda atau horseback archery (HBA), equastarian, dan pacu. Pada cabor ini, kontingen Jember hanya mengikuti dua nomor. Yakni HBA dan pacu. HBA diikuti oleh tiga atlet. Sementara, dua atlet ikut di nomor pacu. Hasilnya, Jember meraih tiga medali di nomor pacu. Perinciannya, satu medali perak di kelas 1.000 meter diraih oleh Ahmad Ramadani. Sementara, dua medali perunggu diraih oleh Kafi Iza Mahendra, masing-masing di nomor G 1.000 m dan F 1.000 m.
Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember Heru Sujono bersyukur Jember masih bisa meraih medali. Heru tidak menyangka kabupaten/kota lain telah siap mengikuti pertandingan. Sebab, saat laga ekshibisi Porprov Jatim 2022 lalu, peserta cabor berkuda sedikit dan terkesan tidak diikuti sepenuh hati. Namun, di Sidoarjo, peserta daerah sangat antusias menyiapkannya. Bahkan ada daerah yang rela membeli atau menyewa kuda hingga ratusan juta rupiah. “Pordasi kabupaten/kota lain itu ada yang menyewa kuda para juara dari Jateng dan Jabar. Itu kuda-kuda yang juara di masing-masing provinsi. Tapi, alhamdulillah, meski saingannya berat, Jember masih bisa membawa pulang medali,” ucapnya.
Kuda dengan harga ratusan juta itu kalah dengan kuda Jember yang harganya hanya kisaran Rp 20 juta. “Harga kuda Jember ini sekitar Rp 20 jutaan,” katanya seusai penutupan pertandingan pacuan kuda, Minggu (10/9).
Heru menerangkan, kuda-kuda yang dibawa itu mampu berkontribusi dengan menyumbangkan tiga medali bagi kontingen Jember. Meski tidak semua kuda bisa diturunkan, karena ada beberapa alasan, dirinya mengapresiasi kerja keras atlet dan tim. Sebab, cabor ini tidak hanya berurusan dengan atlet, melainkan juga kuda yang mengantarkan mereka naik podium.
Selama ini, lanjutnya, kuda-kuda itu dirawat dan dilatih dengan sangat baik. Sehingga antara joki atau atlet dengan kuda terjalin chemistry. Inilah yang mengantarkan kuda dan si joki mengalahkan kuda juara dari provinsi lain. (kin/c2/dwi)
Editor : Radar Digital