Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hadapi Porprov Jatim 2023, Atlet Berkuda Jember Sampai Rogoh Kocek Pribadi Rp 70 Juta

Radar Digital • Rabu, 16 Agustus 2023 | 16:30 WIB

 

JOR-JORAN: Atlet pacu kuda Jember menjalani latihan di lintasan Jember Riding Club Wirowongso, kemarin. Salah satu pengurus Pordasi membeli dua kuda seharga Rp 70 juta untuk P
JOR-JORAN: Atlet pacu kuda Jember menjalani latihan di lintasan Jember Riding Club Wirowongso, kemarin. Salah satu pengurus Pordasi membeli dua kuda seharga Rp 70 juta untuk P

 

WIROWONGSO, Radar Jember - Persiapan cabor menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII 2023 berbeda-beda. Ada yang menyiapkannya biasa saja, ada juga yang jor-joran. Seperti cabor pacuan kuda. Persiapannya tak main-main. Bahkan, salah seorang pemilik kuda harus merogoh kocek hingga Rp 70 juta.

Uang puluhan juta itu dikeluarkan dari saku pribadi Rahadhita Prakasa, salah seorang pemilik pacuan kuda di Jember. Uang itu untuk membeli dua ekor kuda pacu berjenis kuda sandel yang dikembangbiakkan di Pulau Sumba. Radit, sapaan akrabnya, membeli dua kuda secara terpisah. Satu kuda dibeli sekitar enam bulan lalu. Sementara, satu ekor lainnya baru dibeli sepekan kemarin.

Pembelian itu tergolong nekat. Kuda pertama yang dibeli adalah betina. Warnanya hitam pekat dengan usia kisaran tiga tahun. Dibeli dari Blitar. Sementara, kuda kedua dibeli saat Radit berkunjung ke tempat pacuan kuda milik temannya di Malang. Saat itulah, dirinya langsung jatuh hati dengan kuda betina tersebut.

"Niatnya hanya berkunjung. Tapi saat melihat kuda berwarna cokelat di kandang, saya langsung pengen membeli. Awalnya teman tidak menjualnya. Tetapi, setelah pendekatan, akhirnya kuda itu dilepas. Harganya di angka Rp 35 juta," ujarnya saat ditemui di Gelanggang Kuda Jember Riding Club (JRC) Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, kemarin.

Menurutnya, antusiasme kabupaten/kota lain mempersiapkan cabor pacuan kuda tidak main-main. Apalagi, ini jadi pertandingan perdana di Porprov Jatim. Sehingga perolehan medali sudah dihitung untuk pemeringkatan kabupaten/kota. "Tahun lalu masih ekshibisi, sekarang dipertandingkan secara resmi di Sidoarjo," imbuhnya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua I Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember itu mengatakan, pertandingan pertama ini ditargetkan bisa mendulang banyak medali di Porprov. Sebab, peluangnya cukup besar. Meskipun hanya turun di dua nomor dari tiga nomor pertandingan, Radit optimistis atlet pacu kuda mampu memberikan yang terbaik.

Tahun lalu, lanjutnya, hanya ada nomor horseback archery (memanah berkuda) dan pacu kuda. Sementara, kali ini ada tambahan di nomor equestrian. Meski demikian, dia meyakini peluang medali di dua nomor itu bisa dikunci.

Radit menyebut, lima atlet akan turun di Porprov Sidoarjo. Mereka berlatih intens hampir setiap hari. Tak hanya latihan, atlet juga bertanggung jawab terhadap kuda yang jadi tunggangannya. "Kami kenalkan ke kudanya dengan merawatnya. Misalnya dengan memberi kuda makan, membersihkan kudanya, dan lainnya. Ini untuk mendekatkan atlet atau joki pada tunggangannya. Jadi, ketika bertanding, si joki tidak kaget. Karena mereka sudah terhubung secara emosi," terangnya.

Memang, dalam berkuda, atlet tidak hanya joki atau penunggang. Kudanya juga disebut atlet. Sehingga keduanya dilatih intensif agar bisa bekerja sama membanggakan Jember. Tentu, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ibarat menaiki sepeda motor, joki yang mengatur laju kendaraan. Sementara berkuda, si joki bisa mengatur atau bisa jadi dikendalikan kudanya. Dirinya tidak ingin joki dikendalikan. Oleh karena itu, kuda yang baru dibeli itu dilatih secara khusus. Intensitas interaksi dengan kuda juga terus ditambah.

"Ada sekitar delapan kuda yang akan dibawa ke Sidoarjo. Semuanya punya nama. Kuda sandel yang hitam, kami beri nama Sadeng. Sedangkan kuda cokelat bernama Fanpontang. Nama-nama yang lekat kaitannya dengan Jember. Berharap dua ekor kuda itu juga bisa mengharumkan Jember," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pordasi Jember Heru Sujono menambahkan, tekad Pordasi Jember menjadi juara sangat kuat. Itu ditunjukkan dengan keseriusan pengurus membeli kuda dengan dana pribadi. "Kuda-kuda lainnya juga milik pengurus, klub, sampai pribadi. Ini untuk mendukung kesuksesan Jember di Porprov," pungkasnya. (kin/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Porprov Jatim #atlet berkuda