JEMBER, RADARJEMBER.ID- Lebih dari separuh peserta seleksi Timnas Indonesia U-17 wilayah Jember tak paham persyaratan. Sebab, salah satu syarat mutlak pemain yang diminta Timnas adalah memiliki tinggi badan minimal 170 sentimeter. Namun, pada seleksi di Stadion Notohadinegoro Kelurahan Jember Lor, banyak pemain yang memiliki tinggi badan kurang dari ketentuan.
Padahal, merujuk surat ASPROV PSSI Jawa Timur yang ditujukan ke Askab PSSI Jember Nomor 126 tahun 2023 perihal pemberitahuan seleksi pemain tim nasional U-17 ASPROV PSSI Jawa Timur, syarat tinggi pemain minimal 170 – 180 sentimeter. Hal itu juga sudah disampaikan ke klub maupun SSB di Jember.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sebagian peserta memiliki tinggi badan di bawah 170 sentimeter. Meski demikian, Askab PSSI Jember tetap memberikan kesempatan bagi mereka mengikuti seleksi. Lebih lanjut, sejumlah pemain itu berasal dari desa yang jauh dari pusat kota.
Kondisi ini membuat tim penjaringan dilema. Sebab, setelah menentukan tujuh nama, rangking satu hingga tiga memiliki tinggi badan kurang dari 170. Meski dari segi permainan mereka cukup mumpuni, namun, syarat mutlak itu tak terpenuhi. Sehingga, peringkat selanjutnya otomatis masuk sebagai pemain yang akan dikirim ke seleksi Jawa Timur.
“Kami tetap tegas. Pemain yang dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat Jawa Timur adalah pemain dengan tinggi badan di atas 170 sentimeter. Kalau kami memaksakan mengirim pemain yang di bawah itu, nanti dikira Askab Jember ini main-main dalam proses seleksi. Kami khawatir juga, setelah dikirim ternyata di sana mereka tidak menjalani seleksi karena tinggi badan kurang,” tegas Sekjen Askab PSSI Jember Andik Slamet, kemarin.
Sementara itu Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana cukup menyayangkan pemain yang memiliki tinggi kurang dari 170 sentimeter. Meski demikian, dia bangga banyak pemain muda yang tergerak untuk bergabung ke jenjang yang lebih tinggi. “Tadi melihat banyak pemain yang di bawah 170 sentimeter. Padahal (ketentuan, Red) tinggi badan itu wajib,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menjalankan mandat seleksi dari Asprov PSSI Jatim. Berbekal biaya mandiri Askab PSSI Jember, seleksi dari klub internal dan SSB yang terafiliasi ini bisa berjalan. Dia berharap, tetap ada perwakilan Jember yang lolos sampai seleksi tingkat nasional. “Timnas U-17 ini kan butuh 25 orang saja. Bayangkan di Jatim ada 38 kabupaten/kota. Nah, mau diambil berapa ke nasional, kami tidak tahu. Tetapi kalau ada pemain Jember yang berkesempatan lolos, ini sangat bagus,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Alvioniza