Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Liga Elite Mandiri untuk Pesepak Bola Kelompok Umur Rutin Digelar, Bikin Kompetisi Mini

Safitri • Selasa, 27 Juni 2023 | 18:42 WIB

 

TAMBAH PENGALAMAN: Pertandingan sepak bola usia dini atau belia di lapangan UIN KHAS Jember, akhir pekan lalu. Secara rutin, pembinaan usia dini atau beliau terus dilakukan.
TAMBAH PENGALAMAN: Pertandingan sepak bola usia dini atau belia di lapangan UIN KHAS Jember, akhir pekan lalu. Secara rutin, pembinaan usia dini atau beliau terus dilakukan.

MANGLI, Radar Jember - Pembinaan pemain sepak bola usia dini atau belia di Jember terus dilakukan. Baik kelompok umur (KU) 10, 12, 13, 15, maupun 17. Salah satunya melalui pembinaan rutin melalui Liga Elite Mandiri.

Tahun ini, pembinaan sudah dilaksanakan dua kali. Pembinaan langsung dilakukan oleh Askab PSSI Jember di lapangan yang berbeda setiap event-nya. Terakhir, event liga ini digelar selama dua hari di lapangan sepak bola UIN KHAS Jember, Kaliwates.

Anggota Exco Askab PSSI Jember Bidang Pembinaan Usia Dini Denny Ariyanto mengatakan, event Liga Elite Mandiri itu diikuti oleh sepuluh tim pada KU-10 dan KU-12. Mereka adalah tim yang sudah berkomitmen mengikuti pembinaan oleh Askab PSSI Jember.

Sebab, setiap tiga bulan sekali mereka akan bertanding layaknya kompetisi liga. "Sistemnya kompetisi liga. Setahun dilaksanakan empat kali. Setiap event-nya dibagi jadi dua hari. Sehari untuk KU-10 dan hari selanjutnya untuk KU-12," katanya.

Sementara itu, bagi KU-13, 15, dan 17, pembinaan dilakukan dengan sistem kompetisi home/away. Sehingga masing-masing tim bisa bertemu. Ini sebagai bagian dari monitor bagi pemain hingga manajemen klub usia dini. "Jadi, tidak hanya untuk pemain usia dini saja. Tetapi, event ini juga untuk melihat bagaimana kondisi manajemen masing-masing tim," terangnya.

Pembinaan ini, lanjut Deny, juga sudah menunjukkan hasilnya. Sebab, saat kompetisi resmi lainnya digelar seperti Piala Soeratin, tim binaan keluar sebagai juara. Oleh karena itu, pembinaan ini akan terus dilakukan. "Tidak pernah putus atau berhenti menyelenggarakan event ini. Saat pandemi Covid-19, misalnya, event terus bergulir. Karena pembinaan di usia dini ini butuh proses yang panjang. Sebab, kami juga menyiapkan agar pemain bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi," jelasnya.

Dia berharap nantinya event itu tidak hanya diikuti oleh sepuluh klub. Akan tetapi, semua klub yang memiliki KU usia dini. Sehingga, ke depan sepak bola Jember bisa semakin maju. (kin/c2/bud)

 

Editor : Safitri
#Jember #Sepak Bola