Sebelum bergabung di Pelti, di awal berkarirnya dia bergabung di klub tenis Jember bernama Hartec. Bergabungnya dia di klub tenis itu membuat dia harus berlatih keras lagi dan belajar menjadi pemain profesional. “Saat itu saya benar-benar digembleng,” terangnya.
Momen yang tidak pernah dia lupakan, yaitu ketika dia pertama kali mendapatkan piala kejuaraan. “Tahun 2009 tepatnya saya mendapatkan juara satu di pertandingan perdana saya. Sungguh itu momen yang tidak bisa saya lupakan,” jelasnya dengan wajah penuh semangat.
Setelah itu, banyak sekali pertandingan yang dia ikuti, mulai dari pertandingan lokal hingga nasional. Dia bercerita, semua yang berhasil didapatkannya itu berkat doa dan dukungan dari orang tua. Menurutnya, tanpa dukungan orang tua, mungkin dia tidak bisa meraih ratusan medali itu. “Saya sangat bersyukur bisa memiliki orang tua yang mendukung penuh impian saya. Jasa mereka tidak akan pernah saya lupakan dan tentunya tidak ternilai,” ucapnya.
Tahun 2019, dirinya juga sempat mengikuti Porprov. Menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena dia bisa mewakili Jember untuk berlaga dia ajang bergengsi itu. Dia bercerita, ketika mengikuti Porprov dia sangat senang karena dalam persiapannya dia tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Sebab, semua sudah ditanggung oleh kabupaten. “Semua yang mengatur sepertinya Prof Tri atau Pak Hari, terkait biaya persiapan,” terangnya.
Ketika semua biaya sudah ditanggung, saat itu dia hanya fokus untuk berlatih. Menguatkan trik-trik dan teknik dalam bertanding. “Saat itu tugas saya hanya fokus berlatih dan menampilkan yang terbaik,” ucap dia.
Hingga kini, sudah ratusan medali yang dia dapatkan. Meski tidak bisa bertanding lagi di Porprov, dirinya berharap masih bisa berprestasi dalam ajang lainnya. Selain itu, dia berharap agar atlet yang ada di Jember lainnya bisa berprestasi dan membawa nama Jember di kancah nasional hingga dunia. (c2/nur) Editor : Alvioniza