Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuaca Panas Tim Porsche Lalui Balapan Paling Panas

Maulana Ijal • Minggu, 4 Juni 2023 | 18:36 WIB
Test and Reserve tim Tag Heuer Porsche Simona de Silvestro saat diwawancarai pewarta di Sirkuit Internasional Ancol, Jakarta, Sabtu (3/6/2023).
Test and Reserve tim Tag Heuer Porsche Simona de Silvestro saat diwawancarai pewarta di Sirkuit Internasional Ancol, Jakarta, Sabtu (3/6/2023).
Jakarta, RADARJEMBER.ID - ABB Formula E Jakarta 2023 di Sirkuit Internasional Ancol, Jakarta, Sabtu (3/6), menurut Test and Reserve tim Tag Heuer Porsche Simona de Silvestro, menjadi balapan paling ganas yang pernah dilalui timnya selama ini.

Simona mengungkapkan melakukan sejumlah terapi khusus kepada pebalap dan mobil menghadapi cuaca panas kota Jakarta, meski pebalap dari timnya Pascal Wehrlein memperoleh podium pertama dengan catatan waktu tercepat di ajang seri kesepuluh itu.

"Ini adalah balapan paling panas yang pernah kami lalui. Jadi pembalap kami mencoba melakukan pendinginan (cool-down) sebanyak mungkin sebelum masuk ke mobil," kata Simona de Silvestro kepada pewarta, Sabtu.

Simona de Silvestro mengungkapkan bahwa terapi khusus yang timnya berikan juga memiliki risiko yaitu pengurangan berat badan dari pebalap secara drastis.

"Tapi tentu saja mereka bakal kehilangan banyak berat badan selama di jalan karena panas," ungkap Simona yang dulunya merupakan mantan pebalap ABB Formula E juga.

Simona mengungkapkan timnya juga harus melakukan perawatan agar baterai yang digunakan tidak cepat boros selama balapan. Selain itu cuaca panas juga berimbas kepada baterai mobil yang bakal cepat panas

"Baterainya cepat panas, jadi kami harus bisa mengatasinya di balapan. Itu lebih susah dibanding saat balapan di tempat lain. Ini akan jadi tantangan yang sangat besar di Jakarta, yaitu untuk mengantisipasi panasnya baterai karena jika tidak, performanya akan menurun," katanya.

Untuk langkah antisipasi lain, Simona mengatakan bahwa timnya akan mengambil langkah dengan mendinginkan baterai menggunakan dry ice sebelum balapan.

"Ada juga dry ice (yang digunakan untuk mendinginkan baterai kendaraan) yang digunakan sebelum kami mulai balapan," ungkapnya.

Pebalap tim Tag Heuer Pascal Wehrlein membuktikan bahwa strategi dari timnya terbukti jitu di atas lintasan. Pebalap berusia 28 tahun itu menjadi yang tercepat dan menghancurkan dominasi pebalap Maserati MSG Racing Maximilian Guenther dengan catatan waktu 42 menit 21,9 detik berhak memenangkan gelar ABB Formula E seri kesepuluh. (*)

Foto : ANTARA/FAJAR SATRIYO

Sumber Berita : Antara Editor : Maulana Ijal
#Formula E