BACA JUGA : Kelompok Bersenjata di Papua Nugini Bebaskan Seorang Sandera Wanita
Pelatih dari SMAN 1 Pakusari, Muhammad Haidar Rasyid, juga tak mau kalah dengan tim yang lain. Dia menekankan kepada para anak didiknya untuk meningkatkan skill dan teknik bermain. "Kami berusaha untuk mengolah teknik dari pemain. Kami tidak tinggal diam. Kami tetap fokus berbenah," ujarnya.
Haidar melanjutkan, meski dirinya baru tiga bulan melatih tim SMA 1 Pakusari, namun dia tetap berupaya membuat tim sekolah tersebut bisa survive. "Kami akan tetap berusaha menampilkan yang terbaik untuk sekolah kami," katanya.
Meski begitu, ada beberapa kendala kecil yang dihadapi oleh Haidar. Di antaranya jadwal latihan anak didiknya masih minim. Hal itu tentu membuatnya harus berusaha menerapkan berbagai materi dan teknik secara intens. "Di waktu yang sudah kurang dari 10 hari lagi, kami akan memberikan materi kepada tim secara maksimal," jelasnya.
Kapten tim putra SMAN 1 Jember, Kwanggaliwa, menjelaskan, dia beserta pemain yang lain sudah rutin menggelar latihan setiap hari. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka, tim putra dari SMAN 1 Jember itu telah berbenah. "Kami sudah banyak melakukan latihan," ujarnya.
Sejak Januari lalu, tim tersebut sudah melakukan latihan. Sebab, tim tersebut sudah lama menanti kompetisi JBL Reborn yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Jember. Hal itu tentu membuat tim tersebut berbenah sebaik mungkin.
Persiapan matang sudah dilalui oleh tim putra SMAN 1 Jember. Mulai dari membentuk tim khusus hingga meningkatkan teknik bermain telah dipersiapkan sejak awal. "Kami tinggal menunggu waktu. Dengan waktu kurang lebih 10 hari lagi, kami cukup menjaga fisik dan kesehatan," bebernya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri