BACA JUGA : Dampingi Jokowi Tampilan Menlu Retno Pakai Sepatu Beda Warna
Menurut Dewan Penasihat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Dwi Arya Nugraha Oktavianto, event JBL Reborn akan menjadi wadah penyaluran bakat bagi pemain bola basket semua kalangan. Sebab, event itu membuka ajang perlombaan mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga umum. “Event basket seperti ini sangat langka ditemukan,” terangnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Vian itu menyerukan untuk memperbanyak mengadakan kompetisi basket mulai kelompok usia pelajar SD hingga di atasnya. Khususnya SD. Sebab, kebiasaan di Indonesia pada umumnya orang mengenal basket sejak SMP. Oleh karena itu, tak heran jika kompetisi yang melibatkan jenjang SD sangat jarang ditemukan.
Kendati demikian, dengan adanya JBL Reborn ini diharapkan anak bisa mengenal bola basket sejak dini. Sehingga, nantinya ketika memasuki masa remaja atau dewasa sudah tidak lagi belajar dasar-dasar bola basket. Melainkan sudah mulai mengerti teknik dan fisik. “Artinya, tahapan tersebut memang harus dikenal sejak dini,” ungkapnya.
Untuk itu, bola basket tidak lagi menjadi ajang olahraga yang sekadar hobi. Namun, bisa dijadikan sebagai ajang prestasi. Terlebih, saat ini kebanyakan sekolah melalui sistem zonasi membuka jalur prestasi olahraga. Nantinya, kemenangan di JBL Reborn bisa menjadi jembatan untuk menempuh pendidikan tingkat selanjutnya.
Selain itu, kompetisi basket yang melibatkan anak usia dini diharapkan juga dapat menumbuhkan bibit-bibit pemain basket yang bisa membawa nama baik daerahnya masing-masing sampai nama baik tanah air. Jadi, atlet unggul bola basket ke depan terus berkelanjutan. Event ini menjadi kesempatan menarik untuk mereka yang ingin melanjutkan prestasinya di bidang olahraga bola basket. (qal/c2/nur) Editor : Safitri