BACA JUGA : Hendak Tawuran Malam Tahun Baru, Puluhan Remaja Diamankan Polresta Padang
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada laga pembuka, Jumat, 30 Desember 2022 lalu, dari atas tribun, kondisi rumput Stadion Notohadinegoro tampak hijau. Namun, saat mendekat ke lapangan, justru hijaunya rumput tersebut tinggi menjulang. Tingginya rumput stadion tersebut tidak di semua lapangan. Hanya di bagian sudut lapangan. Kondisi tersebut tentu saja membuat aliran bola terhambat. Bahkan, tak sedikit pemain memilih umpan lambung saat bola dilesatkan ke bagian rumput yang panjang tersebut.
Pelatih Dhoger Grenfosta, Ahmad Husairi, menyebut, walau timnya berhasil memetik kemenangan dalam laga pembuka Piala Soeratin, dirinya menyoroti kekurangan yang perlu menjadi evaluasi bagi panitia penyelenggara. Satu di antaranya adalah perihal rumput. "Piala Soeratin ini termasuk kompetisi bergengsi, karena yang menjadi juaranya akan mewakili di ajang Piala Soeratin tingkat provinsi. Seharusnya bisa menjadi perhatian bagi penyelenggara untuk mempersiapkannya dengan matang," tuturnya.
Lanjut Ahmad, kondisi rumput yang tinggi tersebut seharusnya dipotong terlebih dulu. Agar para pemain bisa lebih leluasa dalam mengolah si kulit bundar. Selain itu, evaluasi yang perlu menjadi perhatian adalah tidak adanya pelantang suara. "Lebih enak kalau pakai pelantang suara. Jadi, informasi pergantian pemain ataupun tambahan waktu mudah didengar," ujarnya. (ben/c2/dwi)
Editor : Safitri