BACA JUGA : Tuntaskan Sengketa Agraria, Petani di Jember Sampaikan Empat Tuntutan
Seperti yang dilakukan Muhammad Rofiq. Dia adalah seorang pelatih persatuan sepak bola Kabupaten Jember yang sukses membawa nama Jember sebagai juara 1 dalam cabang olahraga (cabor) pada pergelaran Pekan Olahraga Provinsi Jatim (Proprov) di Jember, kemarin. Meski sudah punya nama, dia tetap memilih melatih pemain sepak bola internal Jember. "Alhamdulillah, kami bawa pulang medali emas," kata Rofiq, di rumahnya, Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji.
Pria ini lahir di Bumi Pandhalungan pada bulan kedua di tahun 1980. Sejak kecil, dia ketertarikannya pada dunia olahraga sudah sangat menggebu. Dari SD sudah terbiasa ikut klub antarkampung (tarkam) di desanya. Bahkan gemar mengikuti lomba agustusan.
Pria ramah dan humanis ini di lapangan sangat tegas dalam mengambil keputusan. Coach Rofiq, sapaan akrabnya, mulai mengikuti klub daerah sejak masih duduk di bangku SMP tahun 90-an. "Kelas dua baru masuk di tim Persid Junior," imbuhnya sambil tertawa mengingat masa kecilnya yang penuh kenangan.
Setelah sekian lama melanglang buana di klub yang unggul, Coach Rofiq memutuskan untuk pensiun dan menggantung sepatunya di tahun 2015. Tak selang berapa lama, dia dipilih untuk menjadi pelatih Persid U-17.
Kemudian, di masa itu, tepat satu tahun berlalu, Coach Rofiq berhenti menjadi pelatih Persid U-17 dan pindah di klub Jember United. Dia fokus melatih calon generasi muda Jember untuk bisa meniti karir di kancah nasional.
Berkat jerih payahnya, di tahun 2016 Coach Rofiq sukses membawa Jember United menjadi juara 2 pada Piala Menpora. "Saat itu, awal mula saya mulai dilirik oleh berbagai klub," ujarnya seraya memperlihatkan berbagai pajangan foto saat dirinya menjadi pemain di klub besar.
Pada tahun 2018, dirinya dinobatkan sebagai pelatih terbaik oleh Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember. "Bangga rasanya mendapatkan gelar pelatih terbaik di masa itu," katanya sambil menunjuk piala-piala megah di ruang tamunya.
Namun, nasib tak semujur yang dia harapkan. Klub tersebut kian mengalami masalah dalam internal sehingga menyebabkan klub tersebut hilang keberadaannya. "Klubnya dijual, saat ini sudah berganti nama," imbuhnya sambil termenung mengingat masa lampaunya.
Menghadapi beberapa hambatan lantas tak membuatnya menyerah untuk menyumbang prestasi di tanah kelahirannya. Dia mulai fokus untuk melatih para pemain yang disiapkan untuk kejuaraan tingkat provinsi.
Hingga tahun ini, dia berhasil membuat masyarakat Jember kagum dengan perolehan anak didiknya pada ajang bergengsi Porprov 2022. Berkat taktik dan strategi yang dimilikinya, Persatuan Sepak Bola Kabupaten (Persekab) Jember dapat meraih juara. "Berkat kerja sama antara pemain dan pelatih, kami bisa bawa pulang medali emas," ujarnya sembari menunjukkan medalinya yang lagi-lagi dipajang di rumahnya.
Meski menjadi pelatih yang juga sukses mengantarkan tim sepak bola Jember, kini Rofiq berkonsentrasi melatih klub internal Jember, yaitu Hercules FC di Rambipuji. Rofiq berpesan agar semua pemuda terus semangat karena sepak bola Jember kerap mendapatkan prestasi yang gemilang. (c2/nur) Editor : Safitri