BACA JUGA : Cegah Sepeda Motor Mogok saat Musim Hujan
Ya, sebelum Haigal bergabung ke Persid Jember. Pemuda kelahiran 21 Agustus 1999 itu sempat mengawali karirnya di dunia sepak bola dengan membela Jember United U-17. Saat itu ia berposisi sebagai gelandang serang, bernomor punggung 9.
Ia juga sukses membawa Jember United menjuarai Piala Soeratin saat itu. Namun di tengah berjalannya waktu, internal manajemen sempat diterpa prahara hingga membuatnya terkatung-katung. Bahkan membuat kondisi klub vakum. Di saat bersamaan, ada peluang untuk masuk ke skuad anyar Persid Jember. "Saat itu saya mulai masuk dan membela Persid Jember, di musim 2019-2020 lalu," kata Haigal.
Di awal-awal membela Persid Jember, karirnya cukup berjalan mulus. Ia beberapa kali melakoni laga-laga penting maupun laga-laga persahabatan, hingga menyumbangkan gol. Maestro lini tengah ini juga cukup kreatif. Selain bisa berposisi sebagai gelandang serang, ia juga bisa di posisi sayap, ataupun sebagai second striker.
Terlebih lagi, saat itu usianya baru beranjak 19 tahun. Di saat bersamaan, ada peluang seleksi nasional untuk masuk ke Timnas U-19. "Saat seleksi dulu, saya juga bertemu dengan Evan Dimas dan beberapa kawan lainnya," kenang Haigal.
Sayangnya, keberuntungan sepertinya tidak memihaknya. Ia tidak lolos seleknas. Saat itu, ia belum benar-benar memendam keinginannya untuk bergabung di timnas. Sebagai pelipur lara, di tahun yang sama, Haigal mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi Pra-PON Jatim 2020 lalu. Namun, jalan yang ia tempuh rupanya tidak mudah, karena sempat berselisih dengan sejumlah pihak. "Karena dirasa gak sevisi, saya akhirnya dicoret dari Pra-PON Jatim 2020 saat itu," kenang Haigal, disusul tawa.
Saat kondisi kian tidak memihak kepada dirinya itu, jauh di benaknya Haigal mengaku masih ingin membela Persid Jember. Namun lagi-lagi, prahara pandemi Covid-19 yang mulai muncul pada 2020 saat itu memaksanya semakin mengubur dalam-dalam mimpinya untuk masuk timnas maupun mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional). "Karena ditambah kondisi Covid-19, itu dengan segala kondisi yang tidak memungkinkan lagi, akhirnya saya putuskan berhenti," kenang dia.
Keputusan gantung sepatu di usia yang masih produktif itu bukan tanpa alasan. Pihak keluarga Haigal sebenarnya sangat menyukai sepak bola, bahkan keluarga mendukung penuh apa yang ditekuni Haigal untuk membela Persid Jember. "Almarhum ayah saya itu fans Persija. Kalau saya sama ibu fans Barcelona. Kakak saya sendiri gabung di suporter Bernie Jember, karena ingin melihat saya tanding," aku pemuda dua bersaudara itu.
Ia masih ingat betul pesan kedua orang tuanya saat awal kali Haigal memutuskan menekuni sepak bola. Utamanya dari mendiang sang ayah yang memintanya untuk pandai-pandai mengambil pilihan yang bijak. "Almarhum ayah cinta banget sama sepak bola, ibu juga. Ketika saya gagal mengikuti seleknas, berhenti pula di Persid, beliau hanya pesan, sepak bola jadiin hobi saja. Kalau pekerjaan nyari lain," kata Haigal, menirukan pesan mendiang ayahnya.
Selang beberapa pekan dari itu, masih di tahun 2020, Haigal lantas memutuskan terjun ke dunia fotografi. Ia beralasan, fotografi juga menarik untuk ditekuni dan ada prospek yang menjanjikan. Meskipun ia bermodal pengetahuan dasar fotografi, ia memberanikan diri terjun sebagai jasa atau vendor wedding. "Ya, awalnya dijalani aja, kemudian kok menghasilkan, terus lumayan. Perlahan sampai bikin vendor wedding sendiri," katanya.
Kini, dua tahun setelah ia memutuskan gantung sepatu dan menekuni dunia wedding photography, ia merasa sedikit lega karena telah menunaikan amanah sang ayah. Haigal juga telah memiliki kantor sendiri yang sekaligus rumah barunya, di lingkungan sekitar Polsek Sumbersari, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
Ia juga telah meminang tambatan hatinya di tahun 2020 lalu, dan kini dikaruniai seorang anak berumur delapan bulan. Bagi Haigal, di usianya yang baru 23 tahun sekarang, masih terbilang usia emas dan usia-usia produktif. Ia merasa banyak hal yang bisa dilakukan. Termasuk untuk sepak bola.
Bahkan ia hari ini juga tercatat sebagai pembina salah satu klub sepak bola yang digawangi kalangan rekan-rekan seprofesinya. Ia juga bermain di klub tersebut. "Dunia saya boleh berganti, tapi kecintaan saya pada bola tidak bisa berhenti," pungkas Haigal. (c2/nur) Editor : Safitri