BACA JUGA : DWP SMASGA Gelar Cek Kesehatan, Siswa Screening Kesehatan
Namun, hal itu tidaklah mudah. Persiapan maksimal mulai dari kesiapan atlet, latihan rutin, pemusatan latihan (TC), hingga faktor penting lainnya, yakni finansial.
Seperti diketahui, meski hasil bagus Porprov kemarin peringkat 9, tetapi ada salah satu permasalahan finansial bagi atlet. Yakni dana uang saku atlet yang seharusnya diberikan sebelum dan saat pertandingan, justru diberikan sesudah keringat atlet kering. Alias sudah selesai bertanding.
Beberapa kendala itu bisa menjadi faktor penurunan hasil bila terulang kembali. Kusnadi, salah satu orang tua atlet tenis lapangan, mengatakan bahwa seharusnya faktor finansial itu sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah.
“Atlet selaku aktor utama di lapangan seharusnya ketika sudah menghadapi pertandingan tidak lagi memikirkan finansial atau uang. Tentunya pihak-pihak terkait harus sudah mempersiapkan hal itu,” ungkapnya.
Kusnadi menambahkan, ketika atlet tak ada kendala teknis, pastinya akan lebih fokus memenangkan pertandingan. Sebab, atlet seharusnya hanya fokus latihan rutin, mengikuti program pelatih, menguatkan mental, dan menjaga kebugaran fisiknya. “Ketika atlet sudah tidak ada kekurangan, pasti akan maksimal dan fokus,” bebernya.
Lebih lanjut, Kusnadi menyebut, sebagai orang tua atlet, ia tetap berharap anaknya meraih prestasi maksimal. Sebagai informasi, putri Kusnadi, yakni petenis belia andalan Jember , Chofifah Indar Paraswati, pada Porprov 2022 kemarin mampu meraih medali emas dalam nomor beregu putri. “Persiapan maksimal dan harapannya ya tetap mendulang medali untuk Jember pada Porprov 2023 mendatang,” pungkasnya. (mg5/c2/bud) Editor : Safitri