BACA JUGA : Rencana Kenaikan Harga BBM, Pemerintah Bagikan Bansos Pengalihan Subsidi
Capaian itu menjadi torehan cukup apik bagi pengurus Wushu Indonesia (WI) Jember. Di klasemen akhir Kejurprov, atlet wushu Jember berhasil menduduki peringkat runner-up. Jember berada di bawah Kota Surabaya yang menjadi juara umum. “Kami bersyukur bisa meraih peringkat kedua. Karena lawan-lawannya juga cukup berat, terutama tuan rumah,” kata Lisa Meilinda, manajer tim Wushu Garuda Jember.
Lebih lanjut, menurut Lisa, Kejurprov itu dibagi menjadi dua kelas. Yakni junior dan senior. Tim Jember mengirimkan atlet junior saja, yakni rata-rata usia di bawah 17 tahun.
Bahkan juga ada beberapa atlet yang umurnya belum genap 7 tahun juga ikut serta pada kejuaraan tersebut. "Kami juga mengirimkan anak-anak yang baru pertama kali bertanding," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Sejumlah atlet belia yang baru pertama kali turun dalam Kejurprov tak dibebani target medali. Namun, melampaui ekspektasi, atlet cilik itu berhasil menyumbangkan medali. “Kami ingin melatih mental bertanding atlet-atlet muda ini. Juga sebagai ajang regenerasi. Tetapi, di luar dugaan, mereka sangat antusias memperoleh medali,” bebernya. (mg5/c2/bud)
Editor : Safitri