Permainan bola besar ini dimainkan dengan tangan. Jika terkena kaki, maka akan dianggap sebagai satu pelanggaran. Namun, bukan berarti cara bermain dengan tangan membuatnya mudah memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
Untuk mencetak gol, diperlukan strategi dan kerja tim dengan baik. Tujuh pemain yang ada di dalam lapangan harus memainkan perannya masing-masing. Kiper tetap menjaga gawang. Center, pivot, wing back kanan, wing back kiri, wing kanan, dan wing kiri bermain dan mematangkan tekniknya. Saling umpan. Juga ada yang mengecoh pergerakan lawan.
Atlet bola tangan, Nanda Luri Salsabila, menjelaskan bahwa untuk memasukkan bola minimal 6 meter dari gawang lawan. Pivot yang berada di tengah harus bisa menghilangkan fokus lawan dengan baik.
Salah satu cara cepat memasukkan bola, ungkap Nanda, dengan melakukan fast break atau penyerangan dengan cepat. Passing dilakukan dari jarak jauh. Kemudian, langsung shooting (menembak) bola ke gawang. "Ini bisa bikin lawan kewalahan karena belum siap," jelas perempuan asal Tanggul itu.
Teknik dasar passing, menangkap, dan shooting bola perlu dilatih dengan baik. Ketepatan sasaran saat passing dan shooting dengan tim bagian dari keberhasilan cetakan gol. Khusus pivot, kemampuannya harus seperti teknik pemberi harapan palsu (PHP). Buyarkan pandangan dan fokus lawan pada bola.
Saat salah satu tim menguasai bola, namun kesulitan mengumpan ke teman yang berada di arah strategis, pivot bergerak seakan-akan menjadi penerima bola. Ketika lawan fokus menghalangi pivot, pemain yang menguasai bola bisa langsung melempar ke arah tujuan.
Fast break dimainkan. Kuasai bola, meski dari jauh, dengan yakin melemparkan bola secepat mungkin ke gawang. Ini juga perlu melihat kondisi yang mendukung. Pandangan mata harus fokus. (sil/c2/nur) Editor : Safitri