“Namun, jadwal tersebut diputuskan berubah, sehingga final seni baru berlangsung 11 Mei. Perubahan ini berdampak kepada potensi emas pertama Indonesia yang baru dimulai besok,” tambah Ferry.
Hari ini atlet pencak silat Indonesia turun di enam nomor seni. Mereka adalah Puspa Arum Sari di nomor tunggal putri, Asep Yuldan Sani (tunggal putra), Riska Hermawan/Ririn Rinasih (ganda putri), dan Dede Setiadi/Haidir Agung Faletehan (ganda putra). Lalu ada juga Eny Tri Susilowati/Riana Oktavia/Riva Hijriah (regu putri) dan Anggi Faisal Mubarok/Asep Yuldan Sani/Nunu Nugraha (regu putra). Khusus nomor regu putra langsung melaju ke semifinal karena mendapat bye di babak eliminasi.
Selain pencak silat, cabor lain yang akan bertanding hari ini adalah catur, rowing, kickboxing, dan Timnas Sepak Bola U-23 Indonesia yang bertemu dengan Timor Leste pada laga kedua penyisihan Grup A di Stadion Viet Tri, Phu Tho. “Kami harap semua atlet-atlet yang bertanding hari ini dapat meraih hasil maksimal,” kata Ferry. “SEA Games Vietnam ini sebenarnya baru dibuka pada 12 Mei. Masih banyak nomor yang belum dipertandingkan, dan masih banyak ladang medali yang bisa diraih oleh atlet-atlet kita,” tambahnya.
Pagi ini, Ferry bersama rombongan besar dari esports, kano, voli, serta Tim CdM bertolak menuju Vietnam dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pukul 05.25 WIB. Cabor lainnya yang berangkat adalah balap sepeda disiplin MTB, wushu, serta basket pada 07.55. Dan terakhir adalah penerbangan pukul 11.15 WIB untuk senam disiplin artisitik. Tim Indonesia berkekuatan 499 atlet serta 214 ofisial. Mereka berpartisipasi dalam 32 cabor
Meski opening ceremony baru berlangsung pada 12 Mei, Malaysia sudah berada di puncak klasemen medali. Mereka meraup 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Semuanya diraih dari nomor andalan mereka, loncat indah. Tuan rumah Vietnam berada di posisi kedua dengan 2 perak dan 1 perunggu. Semuanya didapatkan juga dari loncat indah. (*)
Editor : Safitri