BACA JUGA : Porprov 2022 Jember Andalkan Bulu Tangkis Tunggal Putra
Sejatinya Porprov VII digelar tahun 2021 kemarin. Namun, akhirnya harus diundur di tahun ini, karena pandemi. Total ada 46 cabor yang dipertandingkan dan ada dua cabor lainnya yang menjadi laga eksibisi, yakni berkuda dan arum jeram.
Jember menjadi tuan rumah cabor paling banyak ketimbang tiga kabupaten lainnya, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Total ada 18 cabor yang dipertandingkan di Jember. Bahkan beberapa cabor bergengsi pun menjadi jatah Jember. Di antaranya sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, wushu, futsal, renang, atletik, maupun drum band. Apalagi beberapa cabor itu masuk menjadi cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Jember.
Pemkab Jember pun sudah menganggarkan dana yang disiapkan untuk Porprov. Mulai anggaran perbaikan venue yang wajib direnovasi karena belum layak, hingga anggaran pembinaan bagi atlet Jember yang dipersiapkan untuk Porprov. Bahkan kucuran bonus bagi atlet yang mampu meraih medali juga digembar-gemborkan. Apalagi, bonus terbesar bisa mencapai Rp 100 juta untuk medali emas beregu yang jumlah atletnya banyak, seperti sepak bola.
Pemkab Jember tak hanya berfokus pada gelaran olahraga itu saja. Ajang Porprov dapat dimanfaatkan untuk mengangkat sektor lainnya. Seperti UMKM, perputaran ekonomi masyarakat sekitar venue, komoditas penginapan, pariwisata, hingga nantinya Jember dapat memberi rasa Sport Tourism setelah ajang Porprov selesai. Inilah harapan Bupati Jember Hendy Siswanto yang pernah didengungkan.
“Kami berharap cabor yang bermain di Jember dapat memberikan hasil yang maksimal mendulang medali. Karena bermain di kota sendiri. Apalagi Pemkab Jember melalui bupati dan wakil bupati sudah menyiapkan reward bagi atlet perorangan maupun beregu,” ujar Sutikno, Ketua KONI Jember.
Mantan ketua Askab PSSI Jember ini menambahkan, seluruh cabor sudah mulai berlatih intensif pada bulan April kemarin. Terlebih, anggaran pembinaan bagi masing-masing cabor sudah mulai cair ke rekening masing-masing pengurus cabor. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan cabor sebagai tambahan amunisi persiapan untuk Porprov, maupun dikelola sebagai dana pembinaan latihan lainnya sesudah Porprov.
“Hasil verifikasi tim binpres (bidang prestasi) ada sepuluh cabor unggulan yang diharapkan dapat merebut medali emas, perak, maupun perunggu. Selain itu, ada 26 cabor lainnya yang masuk kategori cabor pendukung atau supporting. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan mereka juga dapat meraih medali,” imbuh Sutikno.
Pemetaan cabor unggulan maupun supporting itu tak serta merta. KONI Jember melakukan tahapan, mulai dari by data, track record prestasi, keikutsertaan dalam turnamen, hingga wawancara langsung kepada pelatih masing-masing cabor mengenai kondisi atlet dan targetnya. Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Jember untuk mengatrol peringkat Jember dalam Porprov 2022. Sebab, tahun 2019 menjadi musim paling buruk Jember selama keikutsertaannya di Porprov. Jember harus rela terperosok di peringkat ke-24 dan menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga Jember kala itu.
Tahun 2019 ada 525 medali yang diperebutkan. Jember mampu meraih 18 medali saja. Pihak KONI Jember menyebut bahwa kini mereka belum menerima technical handbook dari KONI Jatim akan jumlah medali yang diperebutkan. Maka dari itu, KONI Jember belum mau gegabah untuk menentukan target.
Sementara itu, untuk urusan persiapan venue, sejumlah proyek perbaikan venue belum rampung 100 persen. Target dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) selesai pada akhir bulan Mei mendatang. Terlebih, tujuh venue yang sementara ini jadi prioritas untuk diperbaiki adalah venue-venue vital.
Sebut saja Stadion Jember Sports Garden (JSG), Kolam Renang Kebon Agung, GOR Bulu Tangkis Argopuro, Lapangan Tenis Kaliwates, Stadion Notohadinegoro, GOR PKPSO Kaliwates, dan lintasan atletik JSG. Perbaikan venue tersebut juga mulai terjadi tahun 2021 kemarin, namun dikatakan masih setengah hati. Sebab, anggaran masih terbatas dan tidak bisa menyelesaikan semua perbaikan venue. Sehingga, perbaikan dilanjutkan lagi tahun ini.
Bahkan, perbaikan venue lapangan sepak bola di Stadion JSG yang mulai digarap pada 2021 lalu di luar ekspetasi. Sebab, dalam sidak Asprov PSSI Jatim, beberapa bulan lalu, diketahui kualitas rumput, kondisi lapangan tidak rata, termasuk ukuran gawang tidak standar menjadi hal yang harus diselesaikan. “Sudah kami lakukan perawatan secara rutin. Bahkan sebelum gelaran Porprov harus bisa dicoba dahulu. Kami terus koordinasi dengan Asprov untuk menilai kelayakan rumput JSG,” ucap Rahman Anda, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember.
Disinggung ketujuh venue itu belum bisa digunakan latihan untuk cabor, Rahman mengaku pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin. “Kalau kami akan upayakan selesai sebelum pelaksanaan Porprov, untuk ketujuh venue,” jelas alumnus ITS Surabaya ini.
Renovasi tujuh venue itu menelan anggaran belasan miliar. Terlebih untuk lintasan atletik yang bahan bakunya akan didatangkan dari luar negeri. “Pengerjaan renovasi tujuh venue itu kurang lebih memakan anggaran 10 sampai 12 miliar,” kata Rahman.
Pihaknya sudah mengklarifikasi kepada rekanan proyek JSG untuk menyediakan bahan baku lintasan atletik tersebut. Harapannya sama, yakni bisa selesai tepat waktu, akhir Mei atau paling lambat awal Juni. “Memang lintasan atletik ini bahan yang dipakai didatangkan dari luar negeri. Jadi membutuhkan waktu,” bebernya.
Ada Pembenahan di Sekitar JSG
Area sekitaran JSG memang masih butuh sentuhan manis lagi. Wajib dipoles demi suksesnya gelaran Porprov mendatang. Mulai dari jalan Ajung menuju JSG hingga jalan sekitar area JSG.
“Pengaspalan jalan di dalam area JSG sudah masuk lelang ke-2. Juga nantinya ada pembuatan gate atau gerbang utama JSG, sudah kami desainkan,” kata Rahman.
Sebab, selama ini gerbang utama JSG terlihat kumuh dengan banyaknya truk-truk besar parkir di area tersebut. Nantinya, untuk event Porprov, Pemkab Jember bakal mensterilkan jalur tersebut. “Agar truk-truk itu tidak parkir di situ lagi. Nantinya ada perbaikan jalan sekitar JSG,” imbuh Rahman.
Selain itu, DPRKPCK ada pembuatan booth yang diperuntukkan pelaku UMKM. Sebab, para UMKM nantinya akan menjual sejumlah suvenir khas Jember sebagai oleh-oleh Porprov. “Ada juga perbaikan beberapa ruangan di dalam stadion,” pungkas Rahman.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Nur Hariri Editor : Safitri