Bagian Teknik Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jember Sri Yanto menerangkan, Kolam Renang Kebon Agung pada awalnya menjadi kolam renang standar pertandingan dan juga masuk standar untuk event Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim, yang kala itu Jember menjadi tuan rumah. Namun, pada monitoring venue pertandingan Porprov dari Jatim, ternyata Kolam Renang Kebon Agung dinyatakan tidak standar. “Saat monev dan diukur, panjangnya kurang sekian sentimeter saja,” paparnya.
Bahkan, antar sisi panjangnya juga berbeda. Satu sisi panjang kolam 49 meter, sedangkan sisi lain panjangnya 50 meter. “Standarnya itu 50,3 meter. Jadi kurang tiga sentimeter saja. Dan kolam renangnya agak menceng,” terangnya.
Selain kondisi panjang kolam renang yang kurang, ada catatan lain soal tempat start perenang yang juga kurang tinggi dan lebar. Dia mengakui, Kolam Renang Kebon Agung secara penyelenggaraan cukup bagus karena telah ada tribun, termasuk ada satu kolam renang sebagai pemanasan atlet sebelum bertanding.
Kondisi demikian, Sri telah melaporkan ke Ketua PRSI Jember agar melanjutkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Terlebih, tahun depan Jember juga menjadi tuan rumah Porprov. Apakah dengan kolam renang tidak standar itu bisa gelar kejuaraan Porprov? Sri mengaku tidak paham. Sebab, keputusan berada di penyelenggara, yaitu KONI Jatim.
Sri menyatakan sempat ada opsi lain selain Kolam Renang Kebon Agung, yakni Kolam Renang Yonif Raider 509/Kostrad. Kolam renang yang dipakai untuk Training Center (TC) cabor renang Jember dalam persiapan Porprov tersebut, panjangnya memang lebih baik dari Kebon Agung. Namun, untuk event seperti Porprov, yang menjadi pertimbangan tidak hanya panjang kolamnya saja. “Di kolam renang 509 tribunnya tidak ada. Solusinya bisa pakai tribun portable. Selain itu, juga tidak punya kolam renang untuk pemanasan,” terangnya. Bila dibangun kolam renang pemanasan tidaklah gampang, karena bukan milik Pemkab Jember.
Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember Eko Ferdianto Budiono memaparkan, tahun ini Kolam Renang Kebon Agung masuk menjadi salah satu venue olahraga yang direhab. Namun, untuk memperbaiki kolam renang agar sesuai standar, pihaknya perlu menunggu arahan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sebab, dalam perencanaan tidak ada arahan untuk memperbaiki kolam renang. “Tidak ada perbaikan untuk mengubah kolam renang. Hanya pembersihan dan perbaikan di luar kolam renang,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Salah satu perbaikan yang menjadi konsentrasi adalah tribun.
Reporter : Dwi Siswanto/Radar Jember
Fotografer : Dwi Siswanto/Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember Editor : Ivona