Dalam pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Notohadinegoro, kemarin (24/9), para pesepak bola perempuan itu bermain sesuai skema formasi. Mereka tidak bergerombol. Pesepak bola putri larinya juga tidak selalu mengikuti arah bola itu menggelinding. Permainan mereka sama dengan sepak bola yang dilakukan pada umumnya.
Anggota Exco Askab PSSI Jember yang membidangi sepak bola wanita, Silva Dwi Lestari, mengatakan, sepak bola putri tidak seperti bayangan orang selama ini yang bermain cenderung bergerombol. “Mereka sudah tahu bagaimana sistem permainan sepak bola dan formasi. Tidak hanya ada bola, berlari dan menendang,” tuturnya.
Sebab, kata dia, di Jember mulai muncul klub-klub yang juga membina sepak bola putri. “Bahkan juga timnas sepak bola putri itu dari Jember,” tuturnya. Karenanya, di Jember mencoba menggelar kompetisi bernama sepak bola perempuan yang telah diikuti tujuh klub. “Jadi JWL ini kumpulan tim sepak bola putri dari yang ikut kompetisi,” paparnya.
JWL dibentuk, kata dia, karena ingin membumikan dan menggali potensi sepak bola putri di Jember. Selain itu, mempersiapkan sejak dini untuk kompetisi sepak bola putri lainnya, serta kerangka awal untuk tim sepak bola putri Jember pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 mendatang.
Silva menjelaskan, untuk Porprov Jatim 2022 masih belum ada kepastian dari Asprov PSSI Jatim apakah juga ada nomor yang mempertandingkan sepak bola putri atau tidak. “Jadi, kalau Porprov ada sepak bola putri, setidaknya Askab PSSI Jember sudah punya kerangka pemain,” pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Askab Pssi For Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona