Ketua Harian FPTI Jember Nanang Supriyanto mengatakan, agenda seleksi atlet panjat tebing untuk masuk Puslatda Tim Porprov Jember digelar pada 2–5 September. Seleksi tersebut tidak memakai satu lokasi seperti cabang olahraga (cabor) pada umumnya. “Namun, ada tiga lokasi yang kami pilih,” terangnya.
Hari pertama seleksi memakai papan panjat di Cafe Kolong, Jalan Mastrip, khusus untuk lead putra putri sampai semifinal saja. Sedangkan, 3 September, seleksi nomor boulder putra dan putri di Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Sementara, untuk final lead dan speed putra putri di papan panjat milik SMA Bima, Ambulu. “Seleksi digelar di Ambulu itu juga sebagai langkah mendekatkan rumah peserta,” paparnya.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada 50 peserta yang telah mendaftar secara daring. Dalam seleksi tersebut hanya ada tiga nomor, yaitu boulder, lead, speed, dan semua putra putri. Sebenarnya, dalam kejuaraan Porprov, ada banyak nomor pertandingan. Salah satunya adalah speed world record putra putri, beregu, dan combined atau kombinasi.
Siapa saja yang akan turun di nomor kombinasi ataupun beregu bakal diputuskan pada hasil puslatda atau TC. “Sekitar 10 atlet nanti yang akan kami ambil. Tapi itu bisa berubah, melihat kualitas atlet yang mengikuti seleksi,” terangnya. Sementara, untuk world record sendiri juga dilakukan saat seleksi.
Dia mengaku, untuk speed world record tidak bisa dilaksanakan seleksi. Sebab, yang memiliki papan panjat sesuai dengan world record hanya Politeknik Negeri Jember (Polije). “Lain papan panjat untuk speed klasik,” pungkas Nanang.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Fpti Jember For Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona