Ya, dua lapangan basket yang berada di sisi timur alun-alun mengalami kerusakan yang sudah tidak ringan lagi. Bagian keramiknya banyak yang pecah, dan semen yang ada di bawahnya berlubang. Garis yang menjadi batas permainan, baik di pinggir lapangan maupun di tengah, juga tak terlihat jelas.
Belum lagi, jika hujan baru turun membuat lapangan menjadi licin. Karena itu, masyarakat yang ingin bermain basket harus ekstra hati-hati. Salah-salah bisa mengakibatkan cedera di kaki. Mulai dari tersandung, terpeleset, sampai terluka karena terkena bagian semen yang tajam.
Lilo, salah satu warga yang sering datang ke alun-alun untuk berolahraga, mengungkapkan ketidaknyamanannya jika bermain basket di lapangan tersebut. “Gara-gara lantainya rusak. Risikonya sampai luka lecet karena kesandung dan licin,” ujarnya.
Dia menganggap lapangan basket yang berada di tengah kota ini tidak bisa digunakan secara maksimal. Lebih banyak digunakan sebagai tempat duduk-duduk bagi warga yang menghabiskan waktunya di alun-alun. Terlebih lagi pada saat pandemi, tak banyak yang datang ke ruang terbuka hijau ini. (mg/c2/lin)
Reporter : Anton Nuryanto
Fotografer : Anton Nuryanto
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri