Dalam ajang friendly match kontra tim sepak bola UIN KHAS, Persid unggul tipis 2-1 (2-0). Laga baru berjalan, pemain depan Persid Aziz mulai merepotkan pertahanan lawan. Pergerakan Aziz yang menyisir ke sayap kiri hingga ke jantung pertahanan lawan langsung dibayar dengan hadiah penalti. Pemain berpostur ramping tersebut dijatuhkan di kotak penalti. Akhirnya, Taufik Hidayat atau yang akrab disapa Dayat mampu mengonversikan tendangan titik putih tersebut menjadi gol.
Unggul satu angka tidak membuat Richard dkk mengendurkan serangan. Peluang demi peluang kerap tercipta. Sayangnya, gol tak kunjung datang. Gol kedua baru datang lewat Bagas. Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak pertama.
Memasuki paruh pertandingan kedua, skema pemain mulai coba diubah oleh pelatih. Ajudia Eka ditarik keluar. Sementara itu, Bagas di posisi tengah juga ditarik. Sedangkan penyerang, yaitu Sabeq, juga digantikan oleh Andika. Pergantian sejumlah pemain tersebut ternyata membawa mimpi buruk. Persid justru kebobolan satu gol. Skor berakhir 2-1.
Asisten Pelatih Persid Jember Anang Dwi Prasetyo menjelaskan, melihat hasil dari laga persahabatan tersebut, Persid diketahui masih membutuhkan dua pemain di posisi penyerang dan gelandang. Hal itu diketahui pelatih kala mencoba menarik sejumlah pilar, yaitu Bagas, Sabeq, dan Ajudia Eka.
Posisi Sabeq yang berada pada penyerang tengah digantikan oleh Dayat. “Andika ditaruh di sisi kiri, sedangkan Aziz yang sebelumnya kiri dipindah ke kanan,” paparnya. Ditariknya Bagas dan meninggalkan Richard sebagai jantung permainan Persid. Walau Sabeq sebagai penyerang tidak mencetak gol, tapi pergerakannya bisa membuat celah bagi rekan-rekannya untuk menusuk, sehingga banyak variasi serangan.
Dalam pertandingan persahabatan tersebut, line up formasi yang dipakai Riono Asnan sebagai pelatih kepala adalah 4-4-2. Penjaga gawang masih dipercayakan eks Kiper Persela U19, Yulian. Empat bek dihuni Bintang, Nova, Diki, dan Ajudia Eka di wing bek kanan. Empat pemain tengah yakni Eka, Richard, Bagas, dan Taufik. Sementara, posisi penyerang diisi Sabeq dan Aziz.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri