Pebasket yang tergabung dalam klub CBB tersebut dibagi menjadi dua. Mereka yang masuk kelompok basket umur (KU) dan mereka yang masih usia dini. “Yang KU, latihan fisik dulu di luar,” ucap Sya’roni, pelatih basket CBB.
Sementara itu, yang usia dini mengikuti arahan pelatih-pelatih muda untuk menjalani latihan basket dengan dribble. Anak yang baru bergabung ditempatkan berbeda dengan pelatih yang berbeda juga. “Kalau yang masih pakaian bebas, rata-rata baru masuk,” ucap Sya’roni, yang juga sebagai pendiri klub basket tersebut. Di tengah pandemi seperti ini, banyak anak baru yang mendaftar latihan basket. Sebab, ada kecenderungan orang tua mengarahkan anak mereka ke hal-hal positif untuk mengurangi kebiasaan bermain gawai. Termasuk ke olahraga basket.
CBB menjadi salah satu klub basket di Jember yang banyak menelorkan pebasket andal, khususnya putri. Mereka kerap membawa nama Jember di kancah event olahraga basket. Termasuk pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. Salah satu pebasket putri dari didikan tangan dingin Sya’roni adalah Widya. Dia sempat masuk skuad PON Jatim pada waktu itu. “Berdiri tahun 2008. Widya itu angkatan pertama,” terangnya. Tidak hanya Widya, banyak lagi seperti Vivi, Icha, si kembar Nike dan Nuke, hingga Ajenk.
Bahkan, saat tim basket putri Jember berhasil meraih medali perunggu di Popda 2012, pemainnya adalah dari klub CBB yang banyak bersekolah di SMP Negeri 7 Jember. Kesuksesan tersebut juga terus berlanjut pada 2013 ketika Porprov Jatim IV di Madiun, dengan meraih medali perunggu. “Kalau Porprov di Madiun sekitar 60 persen atlet putrinya dari CBB. Sedangkan Porprov sebelumnya di Kediri, sekitar 40 persen,” paparnya.
Sejatinya, Sya’roni bukanlah orang asli Jember, melainkan dari Surabaya yang hijrah ke Jember sebagai guru olahraga pada 1995 silam. “Saya masuk Jember itu sebagai wasit nasional. Tapi, waktu itu Pak Rahman, dosen sekaligus tokoh Perbasi Jatim dan koordinator wasit nasional, minta tolong untuk mengembangkan basket di Jember,” tuturnya.
Mulai sekitar tahun 2000, Sya'roni aktif melatih, termasuk dipercaya melatih tim basket putri untuk Popda. “Dari sana, saya selalu kebagian tim putri, sampai sekarang,” ucap asisten pelatih basket putri untuk Porprov Jatim 2022 itu.
Keinginan membentuk klub basket tersebut berkaca dari turnamen basket antar-SMP. Kala itu, kemampuan basket anak SMP di Jember sangat minim. Bahkan, kata dia, dalam satu pertandingan, untuk menghasilkan 10 poin saja kesulitan. “Mengapa demikian? Karena sejak SD basket tidak dikenalkan,” terangnya. Dia menegaskan, CBB memang fokus pada pembinaan usia dini.
Oleh sebab itu, waktu itu Sya’roni bertekad melatih anak SD ini bermain basket. “Jadi, waktu itu saya bersama Pak Suhadak, guru SMA Negeri 2 Jember, buat edaran dan pamflet untuk latihan basket usia dini secara gratis. Semua gratis, tidak narik uang iuran. Latihan pertama di GOR PKPSO,” tuturnya.
Bahkan, karena latihan itu gratis, untuk sewa lapangan memakai uang pribadinya. “Dua tahun setelahnya pindah ke GOR Polije Jember,” jelasnya.
Hingga sekarang, untuk latihan klub basket CBB Jember tidak ada uang iuran rutin per bulan bagi setiap atlet. Konsepnya adalah sedekah saja. “Anak-anak sedekah saja untuk sewa lapangan. Bagi yang tidak mampu biasanya tidak usah. Tapi, bagi yang punya rezeki lebih biasanya membayar lebih,” ucapnya.
Namun, bila sudah masuk KU dan akan bertanding, baru ada iuran orang tua atlet. Bahkan, pelatih CBB Jember sekarang, dulunya adalah anak didik Sya’roni. Dia bersedia secara sukarela membantu klub basketnya itu. Bila uang sedekah dari anak didiknya lebih untuk biaya sewa lapangan, biasanya uangnya untuk menambah bola dan uang minum untuk pelatih. “Alhamdulillah, ada juga donatur yang menyumbang. Ketika mau berkompetisi ada yang bantu transport dan lainnya,” pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Safitri