Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bedakan Metode Latihan Sesuai Usia

Safitri • Sabtu, 2 Mei 2020 | 23:08 WIB
BEDAKAN MENU LATIHAN: Salah seorang pemain SSB Denny Soccer Academy (kostum putih) ketika melakoni salah satu pertandingan turnamen U-12, sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu. Kini mereka harus latihan mandiri di rumah masing-masing.
BEDAKAN MENU LATIHAN: Salah seorang pemain SSB Denny Soccer Academy (kostum putih) ketika melakoni salah satu pertandingan turnamen U-12, sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu. Kini mereka harus latihan mandiri di rumah masing-masing.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seluruh aktivitas sepak bola hingga saat ini masih tidak diperbolehkan. Hal itu menyusul surat himbauan dari induk organisasi PSSI pusat maupun Provinsi Jawa Timur, karena sekarang masih dalam situasi pandemi Covid-19. Dengan begitu, para pelaku sepak bola tanah air pun harus menyiasati latihannya berbagai cara. Tak luput juga kegiatan bagi sekolah sepak bola (SSB) di Jember.

Salah satu SSB di Jember, Denny Soccer Academy (DSA) sudah satu bulan lebih memberikan metode latihan kepada seluruh muridnya. Metode tersebut berupa program latihan mandiri di rumah masing-masing. Sebab, latihan rutin yang biasanya digelar di Stadion Notohadinegoro oleh DSA, sementara ini ditiadakan terlebih dahulu.

Founder DSA, Denny Ariyanto menuturkan, pihaknya sudah memberikan program latihan kepada seluruh muridnya. Program tersebut meliputi materi warming up maupun latihan inti dengan bola. Latihan pemanasan, seperti peregangan dinamis, plank, push up, sit up, dan footwork. Sedangkan latihan intinya, para pesepak bola junior bisa juggling dengan bola selama 15 menit, dribbling, disertai kombinasi gerakan lainnya.

“Sudah kami berikan materi program latihannya. Agar anak-anak setiap harinya punya menu latihan yang bervariasi. Jadi, sudah ada panduannya,” tutur Denny.

Selain itu, mereka diwajibkan mengirim laporan latihan kepada pelatihnya masing-masing. “Ya wajib kirim video kalau mereka sudah latihan secara mandiri di rumah,” imbuh mantan pemain Persis Solo dan Persedikab Kabupaten Kediri ini.

Di sisi lain, program latihan itu sudah dibedakan olehnya. Sebab, di DSA para pemain terbagi menjadi beberapa kelompok, tergantung usia siswanya. Mulai dari usia 10-12 tahun, 13-15 tahun, 16-18 tahun dan kelompok senior. “Materinya ya kami bedakan. Karena jenjang dan tingkatan mereka juga berbeda. Untuk yang usia 15 tahun ke atas volume latihannya kami tambah,” kata Denny. Editor : Safitri
#Jember