Riset Ilusi Virtual Roblox, Zeinel Arfin Sadiq Raih Lulusan Terbaik S2 Unitomo Surabaya

M Adhi Surya • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB
MEMBANGGAKAN : Pemberian penghargaan kepada Zeinel Arfin Sadiq dengan predikat lulusan terbaik S2 di Unitomo Surabaya.
MEMBANGGAKAN : Pemberian penghargaan kepada Zeinel Arfin Sadiq dengan predikat lulusan terbaik S2 di Unitomo Surabaya.

Radar Jember - Permainan Roblox tak sekadar menghadirkan dunia virtual untuk bermain. Di balik avatar, istilah unik, dan interaksi para pemain, Zeinel Arfin Sadiq menemukan fenomena komunikasi yang kemudian ia teliti hingga mengantarkannya menjadi lulusan terbaik S2 Unitomo Surabaya dengan IPK 3,98.

Ilusi virtual, seolah hidup berada dalam genggaman satu layar menjadi pintu masuk ke dunia tanpa batas.

Di sana, seseorang bisa berganti wajah sesuka hati, mengenakan pakaian yang diinginkan, berjalan di tengah kerumunan, lalu menyapa orang asing yang entah berada di kota mana.

Baca Juga: Unmuh Jember Kukuhkan 986 Wisudawan, Rektor Ingatkan Pendidikan Tak Berhenti di Kampus

Tak ada kartu identitas, tak ada alamat rumah, hanya avatar dan nama yang terpampang di layar.

Di Roblox, bermain tak melulu soal menang dan kalah, ada pemain yang sibuk mempercantik avatar, berburu aksesori, atau sekadar nongkrong dan bercakap-cakap dengan pemain lain.

Gerakan sederhana seperti melompat pun bisa menjadi sapaan. Istilah-istilah seperti skibidi, + Aura, hingga Coded Jump menjadi bagian dari bahasa pergaulan yang dipahami komunitasnya.

Baca Juga: Pernyataan Kontroversi! Spalletti: Juventus Selalu Dikutuk untuk Menang

Zeinel Arfin Sadiq melihat Roblox bukan sekadar permainan, ketika platform itu ramai dimainkan di Indonesia pada 2025, ia mulai mengamati bagaimana pemain berinteraksi, membangun kedekatan, dan menunjukkan identitas melalui karakter digital.

“Saya melihat Roblox bukan hanya sebagai game, tetapi sebagai ruang komunikasi,” ujar Zeinel.

Ketertarikan pemuda kelahiran Jember, 28 Februari 1999 tersebut semakin kuat ketika melihat tren dari luar atau dunia nyata ikut masuk ke dalam permainan.

Istilah dan kebiasaan yang sebelumnya viral di TikTok maupun YouTube Shorts dibawa pemain ke Roblox.

MEMBANGGAKAN : Pemberian penghargaan kepada Zeinel Arfin Sadiq dengan predikat lulusan terbaik S2 di Unitomo Surabaya.
MEMBANGGAKAN : Pemberian penghargaan kepada Zeinel Arfin Sadiq dengan predikat lulusan terbaik S2 di Unitomo Surabaya.

Mereka yang baru bertemu dapat langsung memiliki bahan candaan yang sama. Menurut Zeinel, kondisi itu membuat proses membangun kedekatan berlangsung lebih cepat karena pemain sudah membawa referensi bersama sebelum berinteraksi.

Avatar juga menjadi bagian penting dalam pengamatan tersebut. Pemain dapat mengatur pakaian, aksesori, hingga penampilan karakter sesuai dengan citra yang ingin ditampilkan.

Sejumlah item bahkan dibeli menggunakan mata uang virtual yang diperoleh melalui top-up dengan uang sungguhan.

Baca Juga: Lorenzo Pellegrini Catat 350 Penampilan Bersama AS Roma

“Cara pemain menampilkan avatar juga menarik karena identitas mereka tidak hanya dibangun melalui percakapan, tetapi juga melalui penampilan karakter,” jelasnya.

Dari pengamatan itu, Zeinel kemudian membawa fenomena Roblox kemeja penelitian. Ia mengkaji bagaimana tren yang berasal dari luar komunitas permainan dapat mempercepat terbentuknya interaksi di dalam ruang virtual.

Proses yang biasanya membutuhkan waktu dalam sebuah kelompok sosial dapat berlangsung lebih singkat ketika para pemain telah memiliki bahasa, referensi, dan kebiasaan yang sama.

Temuan tersebut kemudian ia rumuskan dalam tesis Magister Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo melalui gagasan Akselerasi Eksogen Rantai Fantasi.

Baca Juga: Pengaruh Modric di Lini Tengah AC Milan Masih Besar?

Konsep itu digunakan untuk menjelaskan percepatan terbentuknya interaksi dalam ruang virtual akibat masuknya tren dari luar komunitas.

Roblox akhirnya bukan hanya menjadi objek permainan, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan budaya digital, identitas, dan komunikasi.

Penelitian itu dikerjakan Zeinel sambil tetap bekerja penuh waktu sebagai staf Humas Unmuh Jember.

Pagi hingga sore digunakan untuk bekerja, sedangkan malam menjadi waktu untuk membaca, mengolah data, dan menyelesaikan tesis.

Pada 6 September lalu, kerja panjang tersebut berujung pada kelulusan S2 sekaligus predikat wisudawan terbaik berprestasi akademik dengan IPK 3,98. Catatan itu sekaligus meneruskan rekam akademiknya.

Pada 2022 lalu, Zeinel juga menjadi lulusan tercepat dan peraih IPK tertinggi saat menyelesaikan S1 Ilmu Komunikasi di Unmuh Jember, dengan IPK 3,98. Namun, ia menyebut capaian tersebut bukan hasil kerja seorang diri.

“Alhamdulillah, semua ini sama sekali bukan karena kehebatan saya. Berkat doa dan dukungan yang luar biasa dari orang tua, keluarga, dan teman-temanlah saya bisa meraih dan menyelesaikan semua ini dengan baik,” tuturnya. (kr/dwi)

Editor : M ADHI SURYA
roblox skibidi Jember Unmuh Jember humas