Dari Sekadar Membuat Soal ke Keputusan Pedagogis: ProBeNAl Dampingi Guru Mendesain Tugas Numerasi

Nur Hariri • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Guru matematika SMP Jember Wilayah Tengah mengikuti Workshop Penguatan Keputusan Pedagogis dalam Mendesain Tugas Numerasi bersama Tim Riset ProBeNAl FKIP Universitas Jember, 17 September 2026. (FKIP Universitas Jember)
Guru matematika SMP Jember Wilayah Tengah mengikuti Workshop Penguatan Keputusan Pedagogis dalam Mendesain Tugas Numerasi bersama Tim Riset ProBeNAl FKIP Universitas Jember, 17 September 2026. (FKIP Universitas Jember)

RADAR JEMBER - Merancang tugas numerasi ternyata bukan sekadar memasukkan cerita kehidupan sehari-hari ke dalam soal matematika. Di balik sebuah tugas, guru perlu membuat banyak keputusan: konteks apa yang digunakan, informasi apa yang diberikan, bagaimana data disajikan, seberapa jauh siswa perlu berpikir, hingga bantuan seperti apa yang perlu diberikan tanpa mengambil alih proses berpikir siswa.

Kesadaran inilah yang menjadi benang merah kegiatan Penguatan Keputusan Pedagogis Guru dalam Mendesain Tugas Numerasi yang diselenggarakan Tim Riset ProBeNAl Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember bersama MGMP Matematika SMP Jember Wilayah Tengah.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Nurcholif Diah Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan anggota tim terdiri dari Reni Albertin Putri, S.Pd., M.Pd., Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Didik Sugeng Pambudi, M. S. dari Universitas Jember dan Dr. Suwarno, S.Pd., M.Pd dari UIN KHAS Jember.

Dijelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua rangkaian. Yaitu workshop dan klinik desain bersama MGMP Matematika SMP Jember Wilayah Tengah, mendorong guru menelaah kembali konteks, representasi, tuntutan berpikir, dan dukungan belajar dalam tugas numerasi.

Tahap pertama berupa workshop yang dilaksanakan pada pada 17 September 2026. Sedangkan tahap berikutnya dilanjutkan dengan Klinik Desain Tugas Numerasi pada 1 Oktober 2026 di SMP Negeri 5 Jember. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi kerja sama antara Tim Riset ProBeNAl dan MGMP Matematika SMP Jember Wilayah Tengah dalam mendukung pengembangan profesional guru matematika.

Peserta berdiskusi menganalisis keputusan pedagogis di balik desain sebuah tugas numerasi melalui perspektif Pedagogical Content Knowledge (PCK), di Klinik Desain, 1 Oktober 2026. (FKIP Universitas Jember)
Peserta berdiskusi menganalisis keputusan pedagogis di balik desain sebuah tugas numerasi melalui perspektif Pedagogical Content Knowledge (PCK), di Klinik Desain, 1 Oktober 2026. (FKIP Universitas Jember)

Pada sesi workshop, guru tidak hanya memperoleh materi tentang numerasi dan Pedagogical Content Knowledge (PCK). Mereka juga diajak melihat lebih dekat keputusan-keputusan yang selama ini sering dilakukan secara spontan ketika merancang soal.

Guru mendiskusikan, misalnya, apakah sebuah konteks benar-benar diperlukan untuk memunculkan aktivitas matematis atau hanya menjadi “hiasan cerita”. Mereka juga menelaah apakah tabel, grafik, gambar, maupun bentuk representasi lain benar-benar membantu siswa membangun pemahaman, serta apakah rangkaian pertanyaan yang diberikan masih memberi ruang bagi siswa untuk menentukan strategi sendiri.

Suasana workshop berlangsung aktif ketika peserta bekerja dengan kasus desain tugas dan saling mengemukakan alasan atas keputusan yang mereka pilih. Alih-alih mencari satu jawaban yang dianggap paling benar, guru didorong untuk mendengarkan alternatif dari sejawat dan mempertimbangkan konsekuensi setiap pilihan desain.

Pendekatan ini menempatkan guru bukan sekadar sebagai pembuat soal, tetapi sebagai pengambil keputusan pedagogis profesional. Pengetahuan tentang materi matematika, karakteristik dan kemungkinan cara berpikir siswa, serta strategi pembelajaran digunakan secara terpadu untuk mempertimbangkan kualitas sebuah tugas.

Antusiasme tersebut kemudian berlanjut pada Klinik Desain Tugas Numerasi, 1 Oktober 2026. Berbeda dengan workshop yang menggunakan kasus bersama, pada klinik desain guru membawa tugas numerasi autentik yang pernah mereka susun atau gunakan dalam pembelajaran.

Tugas-tugas tersebut menjadi bahan kerja utama selama klinik. Guru terlebih dahulu mencermati kembali tujuan matematis dari tugasnya dan memilih keputusan desain yang paling penting untuk ditelaah. Selanjutnya, keputusan tersebut dianalisis menggunakan perspektif PCK: matematika apa yang sebenarnya hendak dibangun, bagaimana siswa kemungkinan memahami atau mengalami kesulitan ketika mengerjakan tugas, serta bagaimana tugas perlu dirancang agar tetap memberikan ruang bagi proses berpikir siswa.

Salah satu bagian yang menarik dalam klinik adalah deliberasi sejawat. Dalam kelompok kecil, guru saling mengajukan pertanyaan, menawarkan alternatif, dan menelaah konsekuensi dari pilihan desain yang dibuat. Sejawat tidak berperan sebagai penilai yang menentukan benar atau salah, melainkan sebagai mitra kritis yang membantu memperkaya pertimbangan profesional.

Melalui proses tersebut, sebuah keputusan yang pada awalnya tampak sederhana - misalnya menambahkan petunjuk, memberikan tabel, mengubah konteks, atau menambah beberapa pertanyaan - dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas. Guru mempertimbangkan apakah perubahan tersebut benar-benar membantu siswa atau justru terlalu banyak mengarahkan sehingga mengurangi kesempatan siswa untuk bernalar.

Di akhir proses, guru menentukan sendiri apakah keputusan awal akan dipertahankan, dimodifikasi, atau diganti, kemudian menerjemahkannya menjadi perubahan konkret pada tugas numerasi yang mereka susun. Dengan demikian, yang diperbaiki bukan hanya produk akhirnya berupa tugas numerasi, tetapi juga cara guru berpikir dan memberikan alasan terhadap keputusan pedagogis yang dibuatnya.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru diharapkan tidak berhenti pada pelatihan sesaat. Ruang dialog profesional yang dibangun melalui workshop dan klinik desain menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata guru di kelas.

Bagi Tim Riset ProBeNAl, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan model pendampingan profesional yang menempatkan PCK, refleksi, dan pengambilan keputusan guru sebagai pusat pengembangan kualitas tugas numerasi.

Sementara bagi guru, kegiatan ini memberikan ruang untuk melihat kembali tugas-tugas yang selama ini digunakan dengan pertanyaan yang lebih mendasar: Mengapa saya mendesain tugas seperti ini? Apa yang akan dilakukan siswa? Apakah bantuan yang saya berikan masih memungkinkan siswa berpikir? Dan apakah matematika benar-benar digunakan untuk membuat keputusan?

Dari pertanyaan-pertanyaan itulah kualitas sebuah tugas numerasi mulai dibangun.

Editor : Nur Hariri
Keputusan Pedagogis ProBeNAl Dampingi Guru Mendesain Tugas Numerasi FKIP Universitas Jember Nurcholif Diah Sri Lestari