RADAR JEMBER, JEMBER – Petani hortikultura di Desa Manggisan, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, mulai mengenal inovasi pengolahan pestisida berbahan nabati melalui Mini Bio-Pesticide Production Unit (MBPU). Teknologi sederhana ini diperkenalkan sebagai salah satu upaya untuk membantu petani mengolah bahan-bahan yang ada di sekitar menjadi pestisida nabati.
Kelompok Riset Pertanian Sehat, Program Studi Proteksi Tanaman, Universitas Jember, bersama Kelompok Tani Manggis Raya mengembangkan MBPU sebagai sarana pengenalan pestisida berbahan nabati kepada petani. Kegiatan yang berlangsung April hingga November 2026 ini diisi dengan pendampingan dan praktik pengolahan bahan nabati agar dapat dimanfaatkan untuk membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Kelompok Tani Manggis Raya beranggotakan 20 petani yang membudidayakan bayam, kemangi, sawi, dan kangkung. Dalam kegiatan budidaya, serangan hama dan penyakit masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani. Melalui MBPU, petani dikenalkan dengan pemanfaatan bahan nabati yang mudah ditemukan di sekitar, seperti pacar cina, mimba, dan babadotan.
MBPU tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pembuatan pestisida nabati. Unit ini menjadi sarana bagi petani untuk belajar dan berlatih secara langsung. Melalui pendampingan tim Universitas Jember, petani dikenalkan pada pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga cara mengaplikasikan pestisida nabati pada tanaman sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya tanaman sehari-hari.
Pada tahap penerapan, pestisida nabati yang telah dibuat diaplikasikan pada tanaman kemangi sebanyak dua kali dalam seminggu. Lima (5) hari setelah aplikasi, tanaman kemangi dilaporkan menunjukkan kondisi pertumbuhan yang cukup baik.
“Setelah pestisida digunakan selama lima hari pada tanaman kemangi, hasilnya cukup baik. Daun tanaman terlihat lebih segar dan pertumbuhannya juga lebih baik. Pestisida ini membantu menjaga tanaman tetap sehat,” ujar Juhar, Ketua Kelompok Tani Manggis Raya.
Kegiatan ini didampingi Dr. Ir. Mohammad Hoesain, M.S., Dr. Ir. Sigit Prastowo, M.P., Ir. Ankardiansyah Pandu Pradana, S.P., M.Si., dan Dara Arubi, S.P., M.Si., bersama mahasiswa Ahmad Prima Danuara, Faza Bintatus Sholiehah, Febrian Dwi Rianto, dan Zilda Selma Sulviana.
Membangun kemandirian dari desa
Lebih dari sekadar teknologi pembuatan pestisida, MBPU tidak hanya dirancang sebagai tempat memproduksi saja tetapi juga membawa gagasan tentang kemandirian. Petani didorong untuk mengenali potensi sumber daya di sekitarnya dan mengembangkan pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan budidaya. Keberadaan MBPU ke depan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan evaluasi sesuai dengan kebutuhan petani hortikultura di Desa Manggisan.
Bagi petani Manggis Raya, keberadaan MBPU diharapkan tidak berhenti sebagai unit produksi, tetapi berkembang menjadi ruang belajar bersama. Petani dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan setempat sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat serta menggunakan pestisida nabati untuk mendukung pengendalian OPT.
Kolaborasi perguruan tinggi dan kelompok tani ini menjadi salah satu contoh bagaimana pengetahuan dan teknologi dapat dibawa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan MBPU selanjutnya diharapkan dapat terus diperkuat melalui pendampingan dan evaluasi secara berkala, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan petani di Desa Manggisan.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada LP2M Universitas Jember atas dukungan yang diberikan sehingga pengembangan Mini Bio-Pesticide Production Unit (MBPU) dan pendampingan kepada Kelompok Tani Manggis Raya dapat terlaksana. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Dari sebuah unit sederhana, diharapkan tumbuh pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani—sekaligus memperkuat langkah menuju pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.