RADAR JEMBER, Perubahan iklim bukan lagi hal yang asing, melainkan fenomena yang sudah terjadi dibeberapa wilayah dan dampaknya memberikan kerugian yang tidak sedikit. Perubahan iklim menjadi faktor utama terjadinya bencana yang memperparah dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan pengakuan warga Desa Klungkung, pernah terjadi jembatan putus tahun 2020-2022. Selain itu, terjadi pengikisan tanah akibat hantaman aliran air sungai yang berpotensi terjadinya tanah longsor di Dusun Gendir, Desa Klungkung. Bersamaan dengan hal tersebut suhu permukaan bumi yang terus naik sampai saat ini mencapai sekitar 1,44°C yang dirujuk dari World Meteorologi Organization (WMO) dan BMKG dapat memicu gelombang panas sehingga dapat memengaruhi kesehatan warga Desa Klungkung. Tim PKM UNEJ hadir untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi kesehatan serta dampak dari perubahan iklim dan risiko tanah longsor dengan mengadakan pelatihan kader Champion SIGAP dan pembuatan alat LADET (Landslide Early Detector Tool).
Pelatihan calon Champion SIGAP sebagai kader ketahanan adaptasi kesehatan pada masyarakat Desa Klungkung ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai dari Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dari Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian (Ditjen Risbang), DPPM Tahun Pendanaan 2026. Tim PKM tergabung dari dosen Fakultas Keperawatan dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Jember, serta melibatkan mahasiswa dari gabungan kedua Fakultas tersebut.
Pemberian edukasi pada pertemuan ketiga ini membahas bagaimana cara melakukan penilaian risiko bencana tanah longsor dan penilaian pada keluarga yang berisiko dalam skala RW. Masing-masing kader diminta untuk mengisi lembar penilaian risiko yang telah dibagikan sesuai dengan kondisi di masing-masing RW yang mereka tinggali. Lembar penilaian risiko ini berfungsi untuk melatih kader nantinya dalam memetakan tingkat risiko di masing-masing wilayah mereka. Kader juga dibekali dengan buku kader yang dapat dimanfaatkan kader untuk mengulang materi agar meningkatkan pemahaman.
Kegiatan ini tidak hanya pemberian edukasi saja, melainkan juga akan ada pembuatan LADET yaitu alat pendeteksi tanah longsor yang akan ditempatkan di Dusun Gendir yang memiliki risiko terjadinya tanah longsor.