Menyulap Sungai Jadi Peluang: Dosen Polije Rancang Masterplan Wisata Water Tubing di Desa Suci

Linda Harsanti • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:27 WIB
Potensi alam ini didesain tim akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) agar menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan destinasi wisata water tubing.
Potensi alam ini didesain tim akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) agar menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan destinasi wisata water tubing.

RADAR JEMBER, Jember — Aliran sungai di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, kini dilihat dengan cara baru. Potensi alam ini di prakarsai tim akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) agar menjadi peluang nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan destinasi wisata water tubing yang terencana dan berkelanjutan. 

Program bertajuk "Pengembangan Destinasi Wisata Water Tubing Melalui Pendekatan Perencanaan Kawasan Berbasis Pariwisata Berkelanjutan di Desa Suci, Kecamatan Panti." ini digagas Tim Dosen Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) Polije yang diketuai Firda Diartika, S.T., M.URP., bersama Meiga Rahmanita, S.Pd., M.Pd.; Nodistya Septian Indrastana, S.S., S.Pd., M.Pd.; Renata Kenanga Rinda, S.Pd., M.Pd.; dan Titik Ismailia, S.Pd., M.Pd.


Program ini mengedepankan perencanaan kawasan yang komprehensif. Salah satu outputnya adalah masterplan pengembangan kawasan wisata water tubing yang mencakup zonasi kawasan, program pengembangan destinasi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, model Community-Based Tourism, hingga roadmap aksi jangka pendek, menengah, dan panjang. 

Masterplan ini diharapkan menjadi pedoman terukur bagi pemerintah desa untuk mengelola dan mengembangkan destinasi secara terarah, aman, dan ramah lingkungan.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menyentuh sisi humanis pariwisata melalui sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona, yang menyasar masyarakat dan pengelola lokal agar memahami standar pelayanan wisata sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan destinasi secara mandiri.

Antusiasme warga tampak dari kehadiran pemerintah desa, kelompok Destana (Desa Tangguh Bencana), Pokdarwis, serta pelaku wisata setempat, yang menjadi modal sosial penting bagi tata kelola wisata yang partisipatif. Program ini juga membekali pemandu wisata lokal dengan pelatihan Bahasa Inggris dasar yang difokuskan pada kebutuhan komunikasi kepemanduan, agar mereka mampu melayani wisatawan mancanegara dengan percaya diri sekaligus mendongkrak daya saing Desa Suci di tingkat yang lebih luas. Sosialisasi dan pelatihan Bahasa inggris diadakan pada 24–25 September 2026 bertempat di Kantor Desa Suci.

Program ini juga membekali pemandu wisata lokal dengan pelatihan Bahasa Inggris dasar yang difokuskan pada kebutuhan komunikasi kepemanduan
Program ini juga membekali pemandu wisata lokal dengan pelatihan Bahasa Inggris dasar yang difokuskan pada kebutuhan komunikasi kepemanduan

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi Politeknik Negeri Jember dan Desa Suci melalui pendanaan PNBP Skema Desa Binaan Tahun 2026. Selain dosen, mahasiswa dari Program Studi Destinasi Pariwisata dan Bahasa Inggris turut berperan aktif di lapangan, yakni Anisa Yanuarita, Afrizal Eka Lutfiansyah, Mohammad Afif Zein, Chanda Umar Juliana, dan Satrio Pambudi Brilliant Fikri. Keterlibatan mereka menegaskan bahwa pengabdian masyarakat adalah proses belajar bersama, bukan sekadar transfer pengetahuan satu arah.

Pengembangan melalui prinsip pariwisata berkelanjutan, diharapkan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat Desa Suci. Dokumen masterplan memberi arah jelas bagi pengembangan kawasan wisata, pemahaman Sadar Wisata dan Sapta Pesona menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga kualitas layanan, dan penguatan Bahasa Inggris membuka peluang lebih luas menyambut wisatawan dunia. Melalui langkah ini, Desa Suci berpotensi tumbuh menjadi destinasi water tubing yang menarik sekaligus contoh nyata sinergi perguruan tinggi dan desa menuju pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan.

Editor : Linda Harsanti
tubing Jember pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember potensi wisata