RADAR JEMBER - Pembelajaran yang bermakna perlu menghubungkan materi di kelas dengan persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Di Jenggawah, potensi pertanian dan agroindustri dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus mengenalkan isu keberlanjutan.
Berangkat dari potensi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) melaksanakan kegiatan bertema “Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Deep Learning Multidisiplin Berbasis Agroindustri Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kognisi Problem Solving dan Literasi Keberlanjutan Siswa” bersama guru SMAN Jenggawah.
Kegiatan ini membekali guru dengan pemahaman mengenai deep learning, pembelajaran multidisiplin, problem solving, dan literasi keberlanjutan. Guru kemudian didampingi untuk menerapkan konsep tersebut dalam penyusunan modul ajar yang memanfaatkan persoalan agroindustri di sekitar Jenggawah.
Kepala SMAN Jenggawah, Dra. Titin Swastinah, M.Si., M.M., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan pengembangan pembelajaran menjadi bagian penting dalam membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar.
Pemanfaatan agroindustri sebagai konteks pembelajaran memungkinkan guru mengangkat beragam persoalan, seperti hasil pertanian, pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya, lingkungan, hingga nilai ekonomi produk lokal. Persoalan tersebut dapat dikaji dari beberapa bidang ilmu sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk melihat keterkaitan antarkonsep dalam menyelesaikan masalah.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa diarahkan untuk memahami persoalan, memilih informasi yang relevan, menghubungkan berbagai konsep, menyusun strategi penyelesaian, serta mempertimbangkan dampak solusi terhadap lingkungan dan masyarakat. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kognisi problem solving dan literasi keberlanjutan siswa.
Ketua tim pengabdian, Muhamad Badrul Mutammam, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara kolaboratif agar modul yang disusun sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Tim pengabdian juga melibatkan Dr. Erfan Yudianto, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Frenza Fairuz Firmansyah, S.Pd., M.Pd.
Guru kemudian menyusun modul ajar yang memadukan konteks agroindustri berkelanjutan dengan tujuan pembelajaran, aktivitas siswa, dan asesmen yang sesuai.
Hasil kegiatan secara umum menunjukkan bahwa guru mampu menuangkan potensi lokal ke dalam rancangan pembelajaran yang lebih terstruktur dan kontekstual. Diskusi antarguru juga memperkuat kolaborasi dalam menyusun aktivitas belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan memahami isu keberlanjutan.
Kolaborasi Universitas Jember dan SMAN Jenggawah ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber inovasi pembelajaran yang dapat terus dikembangkan dalam praktik di kelas.
Ketua tim pengabdian juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program ini, terutama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember yang telah mendanai kegiatan melalui Hibah Program Pengabdian Pemula (PPP) Tahun 2026. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala SMAN Jenggawah dan seluruh guru atas dukungan serta kolaborasinya selama kegiatan
Editor : Nur Hariri