RADAR JEMBER, JEMBER – Desa Badean memiliki potensi agroindustri kopi yang cukup berkembang melalui aktivitas Kelompok Tani Kopi sebagai pelaku utama produksi dan pengolahan hasil pertanian kopi. Namun demikian, proses produksi kopi menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dibuang secara konvensional. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta belum mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Di sisi lain, UMKM desa masih menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, pengelolaan transaksi usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta pemanfaatan media digital untuk pemasaran produk. Rendahnya kesiapan transformasi digital menyebabkan pengelolaan usaha belum berjalan secara efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan teknologi pengolahan limbah berbasis circular economy dengan penguatan transformasi digital UMKM desa guna menciptakan usaha agroindustri yang lebih berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing.
Berangkat dari kondisi ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Negeri Jember bersinergi dengan Pemerintah Desa Badean untuk memberikan solusi tepat guna melalui penerapan teknologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik yang diintegrasikan dengan penguatan transformasi digital dan tata kelola usaha UMKM desa. Kegiatan difokuskan pada pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah berbasis circular economy melalui proses pencacahan bahan, penggunaan bioaktivator, fermentasi, hingga menghasilkan pupuk organik bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu, program juga memberikan pendampingan terkait pencatatan transaksi usaha, pengelolaan keuangan sederhana, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Tim diketuai Fitriya Andriyani, S.Pd., M.Akun. dan anggota terdiri dari Lintang Anis Bena Kinanti, S.M.B., M.M., Dinu Saadillah, S.T., M.MT., serta Dr. R. Alamsyah Sutantio, S.E., M.Si. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga mitra terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Unsur kebaruan program hibah sumber dana PNBP ini terletak pada integrasi transformasi digital UMKM desa dengan teknologi pengolahan limbah pertanian berbasis circular economy sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan teknis, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Tahap awal dilakukan melalui observasi lapangan dan diskusi partisipatif bersama mitra untuk memetakan potensi sumber daya, permasalahan pengelolaan limbah, serta tingkat kesiapan digital UMKM desa. Selanjutnya, tim pelaksana memberikan pelatihan praktik pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik menggunakan metode learning by doing agar peserta mampu menerapkan proses produksi secara mandiri. Pendampingan juga dilakukan dalam penggunaan media digital, pencatatan transaksi usaha sederhana, dan pengelolaan keuangan dasar guna mendukung tata kelola usaha yang lebih tertata. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas program, peningkatan kapasitas masyarakat, serta keberlanjutan implementasi transformasi digital dan pengolahan limbah berbasis circular economy.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas UMKM desa dalam memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Dalam jangka pendek, kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, memperkuat literasi digital, serta meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha dan pemasaran berbasis digital. Dalam jangka menengah, program diharapkan mampu mendorong terbentuknya unit usaha produktif berbasis pupuk organik dengan tata kelola usaha yang lebih tertata dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Keberlanjutan program diperkuat melalui pendampingan lanjutan, penguatan transformasi digital UMKM desa, serta pengembangan model agroindustri berbasis circular economy yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan masyarakat Desa Badean.
Kegiatan pengabdian ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan Rencana Induk Pengabdian Program Studi, khususnya pada fokus Peningkatan Literasi dan Tata Kelola Digital UMKM Desa. Program dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM desa dalam menghadapi transformasi digital. Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan literasi digital, pencatatan transaksi usaha sederhana, pengelolaan keuangan dasar, serta pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi dan pemasaran produk.
Selain itu, program ini mendorong penerapan konsep circular economy melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bernilai tambah dan berkelanjutan. Integrasi antara teknologi pengolahan limbah dan tata kelola digital UMKM desa diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi serta lingkungan.