Biopori untuk Mitigasi Banjir di Komunitas Untukmu Si Kecil Jember Pinggir Kali Bedadung

Linda Harsanti • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:55 WIB
Pendampingan Berbasis Komunitas: Optimalisasi Daerah Resapan Air Sebagai Strategi Mitigasi Banjir di Komunitas Untukmu Si Kecil Jember
Pendampingan Berbasis Komunitas: Optimalisasi Daerah Resapan Air Sebagai Strategi Mitigasi Banjir di Komunitas Untukmu Si Kecil Jember

RADAR JEMBER, Jember – Upaya mendukung pengembangan pembelajaran sejak usia dini melalui Komunitas Untukmu Si Kecil di Sumberasi dilaksanakan melalui kegiatan Hibah Pengabdian Pemula Universitas Jember dengan judul "Pendampingan Berbasis Komunitas: Optimalisasi Daerah Resapan Air Sebagai Strategi Mitigasi Banjir di Komunitas Untukmu Si Kecil Jember".  

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu 13 September 2026 ini diwujudkan dalam bentuk sosialisasi dengan konsep learning by doing dan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengelola sampah, dan mengoptimalkan daerah resapan air sebagai upaya sederhana dalam mitigasi banjir.  

Kegiatan ini mempertemukan pengelola yayasan, anak-anak dari yayasan, tenaga pendidik dari Universitas Jember, mahasiswa dan masyarakat sekitar dalam rangka menyampaikan edukasi terhadap pemeliharaan lingkungan untuk mencegah terjadinya banjir di pemukiman yang berdekatan dengan aliran sungai. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, sambutan ketua tim pengabdian dan pengeloa yayasan, serta pembukaan kegiatan secara resmi yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Selanjutnya peserta memperoleh sosialisasi mengenai optimalisasi pencegahan bencana banjir, materi yang disampaikan tim pengabdian berfokus terhadap peran utama masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar, kemudian pengenalan jenis – jenis sampah organik, anorganik, sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) dan residu.  

Sosialisasi ini menekankan pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya agar tidak menumpuk di saluran air maupun sungai yang dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga daerah resapan air yang merupakan upaya dari mitigasi banjir, sehingga lingkungan dapat lebih optimal dalam menyerap air hujan.  

Melalui kegiatan itu, para peserta diharapkan tidak hanya memahami penyebab dan dampak banjir, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kehidupan sehari-hari. 

Selain pengelolaan sampah, peserta juga diperkenalkan dengan biopori sebagai salah satu metode sederhana untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Tim pengabdian menjelaskan fungsi lubang biopori dalam membantu mengurangi genangan air, mempercepat proses peresapan air hujan, serta memanfaatkan sampah organik sebagai bahan yang dapat terurai secara alami di dalam tanah menjadi pupuk kompos. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai lokasi yang sesuai untuk pembuatan biopori dan cara sederhana dalam penerapannya di lingkungan sekitar.

Tim pengabdian memberikan contoh pembuatan lubang biopori menggunakan alat cangkul hingga kedalaman yang sesuai
Tim pengabdian memberikan contoh pembuatan lubang biopori menggunakan alat cangkul hingga kedalaman yang sesuai

Setelah menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penerapan langsung di lapangan melalui pengaplikasian biopori sebagai bentuk implementasi materi yang diberikan kepada peserta. Tim pengabdian memberikan contoh pembuatan lubang biopori menggunakan alat cangkul hingga kedalaman yang sesuai, kemudian memasukkan pipa biopori ke dalam lubang sebagai media resapan.  

Setelah terpasang, peserta diajak memasukkan sampah organik seperti daun kering, cangkang telur, sisa-sisa sayuran ke dalam lubang biopori sebagai bahan pengisi yang dapat terurai secara alami. Kemudian bagian atas lubang ditutup dengan penutup pipa biopori agar tetap aman dan tidak membahayakan masyarakat sekitar. 

Krisnanda Theo Primaditya selaku ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa program hibah ini sudah sesuai dengan perencanaan awal, mampu menyasar anak-anak usia dini di likungan sekitar karena memang kita ingin adanya keberlanjutan. Ilmu harus diaplikasikan untuk kebaikan bersama, ini juga merupakan bekal untuk mereka menyadari bahwa lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama. 

Azizah Umami selaku pengelola yayasan Untukmu Si Kecil juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, utamanya tim pengabdian yang sudah mengadakan kegiatan ini guna menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi peserta, terutama dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah sesuai jenisnya, serta memanfaatkan daerah resapan air sebagai salah satu upaya mengurangi risiko banjir. 

Program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mengoptimalkan daerah resapan air sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir.  

Melalui kegiatan pendampingan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, anak-anak diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, pemeliharaan lingkungan, dan pembuatan biopori sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap risiko banjir.(*)
 
Editor : Linda Harsanti
pengabdian masyarakat Universitas Jember sampah organik Lingkungan