RADAR JEMBER, BONDOWOSO — Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember (UNEJ) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi Biodiversitas Satwa Liar Melalui Pendidikan Konservasi Berbasis BioBlitz di SDN Sucolor 2, Maesan, Bondowoso”, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini merupakan skema Program Pengabdian Pemula (No. 4656/DST/UN25.C2/PM/2026) dari UNEJ (https://unej.ac.id/) yang diketuai M. Ubaidilah Hasan, S.Pd., M.Si. dengan anggota Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D. dan Abdu Rohman, S.Si., M.Sc. dari Kelompok Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (KeRis-DiMas) Biology Conservation (Bio-Con).
Letak geografis SDN Sucolor 2 berada di sekitar kawasan penyangga Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso. Lingkungan sekolah yang dikelilingi hutan produksi dan hutan lindung menyimpan keanekaragaman hayati, mulai dari jenis burung, monyet, hingga spesies serangga. Potensi inilah yang dimanfaatkan tim pengabdian UNEJ untuk mengenalkan pentingnya menjaga satwa liar kepada para siswa secara interaktif dan edukatif. Sekolah ini dapat memegang peran kunci dalam menanamkan kesadaran konservasi sejak dini kepada para peserta didik.
“Melalui program ini, kami menghadirkan pendidikan konservasi berbasis BioBlitz. Kami ingin mengenalkan biodiversitas satwa liar agar anak-anak cinta dan peduli pada alam di sekitarnya”, ujar ketua tim pengabdian, M. Ubaidilah Hasan.
Belajar Sambil Bermain di Dalam dan Luar Kelas
Pendidikan konservasi ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Biologi UNEJ dan dikemas secara variatif dengan membagi peran siswa kelas 5 dan kelas 6.
Siswa kelas 5 mengikuti edukasi pengenalan jenis burung di lingkungan sekolah beserta perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan indoor ini juga diisi dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kelestarian burung, serta pemahaman larangan berburu dan memelihara akibat menurunnya populasi di alam.
Untuk meningkatkan keterlibatan dan mengasah pemahaman, siswa kelas 5 diajak bermain tebak gambar burung berdasarkan karakteristik yang telah dipelajari. Sesi berikutnya berupa aktivitas mewarnai gambar burung, sebagai sarana mengekspresikan kreativitas dan menguatkan daya ingat siswa terhadap materi yang disampaikan. Siswa juga diajak menyanyi di depan temannya. Suasana kelas berlangsung meriah, menyenangkan, dan penuh semangat, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian.
Sementara itu, siswa kelas 6 diajak turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan metode BioBlitz di tepi persawahan sekitar sekolah. Berbekal teropong, lembar pengamatan, dan buku panduan lapangan, siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi mahasiswa untuk mempelajari teknik pengamatan burung dari jarak jauh tanpa mengganggu perilaku maupun habitatnya.
Siswa diajak mencatat jenis burung yang ditemukan dan mencocokkannya dengan buku panduan lapangan. Beberapa kelompok bahkan berhasil mengidentifikasi lebih dari lima jenis burung.
Siswa penuh rasa ingin tahu
Antusiasme siswa terlihat tinggi saat mencoba teropong untuk pertama kalinya. Siswa mengamati setiap sudut persawahan dengan mengarahkan lensa teropong ke berbagai arah. Terlihat beberapa siswa menunjuk dengan heboh saat menemukan burung di area padi, tembakau, maupun udara.
Momen ini juga menggugah kepedulian siswa terhadap kelestarian alam. Salah satu siswa mengungkapkan keprihatinannya melihat perburuan burung liar yang masih marak. Siswa juga mengenang pengalaman mereka yang pernah melihat burung elang terbang melintas di langit desa mereka.
Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan
Kegiatan pendidikan konservasi ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif berupa paket alat tulis, dilanjutkan dengan penyerahan buku panduan lapangan kepada Plt. Kepala Sekolah sebagai bahan pendukung pembelajaran, dan foto bersama.
Plt. Kepala SDN Sucolor 2, M Lutfi, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kepedulian tim pengabdian terhadap anak didiknya. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi berbasis praktik ini dapat menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini," ungkap Lutfi.