4 Guru Besar UIN KHAS Jember Dikukuhkan, Diharapkan Jadi Penuntun Peradaban

M Adhi Surya • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:54 WIB
Plt Rektor UIN KHAS Prof. Dr. Phil. Sahiron sambutan pengukuhan 4 guru besar UIN KHAS Jember, Kamis (17/9). (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
Plt Rektor UIN KHAS Prof. Dr. Phil. Sahiron sambutan pengukuhan 4 guru besar UIN KHAS Jember, Kamis (17/9). (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Empat guru besar baru UIN KHAS Jember diharapkan tidak berhenti pada capaian akademik. Gelar profesor yang kini disandang diharapkan melahirkan gagasan dan penelitian yang bisa menjawab persoalan masyarakat, bahkan menjadi bekal menghadapi tantangan peradaban dalam jangka panjang.

Harapan itu disampaikan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Dr. Akhmad Sruji Bahtiar dalam pengukuhan empat guru besar UIN KHAS Jember, Kamis (17/9). 

Menurut dia, guru besar memiliki posisi penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai bidang masing-masing. 

Baca Juga: Film ODUA Antar UIN KHAS Jember ke Podium PORSI Jawara II

Keilmuan tersebut harus terus dikembangkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus.

Sruji bahkan memandang guru besar memiliki peran sebagai penuntun peradaban. Setiap profesor memiliki bidang keilmuan yang berbeda sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran dari perspektif masing-masing.

“Saya yakin guru besar dengan bidangnya masing-masing, ilmunya bisa menjadi solusi 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: 14 Medali di Gelaran Perdana, UIN KHAS Target Lebih Banyak di PORSI JAWARA II

Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Hj. Busriyanti dalam bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam, Prof. Dr. H. Abdul Kholiq Syafa’at dalam bidang Ilmu Pemikiran Hukum Islam Indonesia.

Prof. Dr. H. Abdul Mu’is dalam bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam, serta Prof. Dr. H. Abdul Rokhim dalam bidang Ilmu Ekonomi Syariah.

Plt Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. Phil. Sahiron mengatakan, bertambahnya guru besar juga membawa tanggung jawab baru bagi kampus. 

Profesor diharapkan tidak hanya mengembangkan keilmuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperluas manfaatnya kepada masyarakat. 

Pengabdian dapat dilakukan melalui pesantren, madrasah, masjid, maupun berbagai ruang sosial lainnya.

Sahiron menekankan, pengembangan ilmu juga harus berjalan beriringan dengan perubahan zaman. 

Khazanah keilmuan dan pemikiran ulama terdahulu tetap menjadi pijakan, tetapi para guru besar juga perlu membuka ruang bagi teori dan pengetahuan baru yang relevan. 

Baca Juga: PTKIN Punya Aneka Talenta, 125 Kontingen UIN KHAS Jember Siap Tampil di PORSI JAWARA II

Perkembangan teknologi digital, menurut dia, juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan dan integrasi keilmuan.

Saat ini, UIN KHAS Jember memiliki 30 guru besar aktif. Jumlah tersebut sebenarnya pernah mencapai 37 guru besar, tetapi sebagian telah memasuki masa pensiun dan ada pula yang wafat. 

“Sebenarnya sudah 37, tapi sudah ada yang pensiun dan wafat,” tuturnya. 

Baca Juga: Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Dibuka! Guru Besar PTKIN Se-Indonesia Bisa Daftar

Dengan pengukuhan empat profesor baru, Sahiron berharap tradisi akademik dan regenerasi guru besar di UIN KHAS terus berjalan.

Sahiron yang juga Direktur PTKI Kemenag RI menambahkan, kebutuhan terhadap guru besar masih cukup besar. 

Berdasarkan data yang dia sampaikan, jumlah profesor di lingkungan PTKI saat ini berada di kisaran 1.730 orang, baik di PTKIN maupun perguruan tinggi swasta. 

Angka tersebut tersebar di sekitar 868 perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag RI dengan jumlah mahasiswa lebih dari satu juta orang.

"Dari satu juta lebih mahasiswa hanya memiliki 1.730-an guru besar, di 868 kampus di bawah naungan Kemenag RI, negeri maupun swasta,” imbuhnya. 

Karena itu, dia berharap semakin banyak dosen yang memenuhi persyaratan untuk mengusulkan jabatan profesor. 

Namun, penambahan tersebut tetap harus diiringi kualitas penelitian, publikasi, dan kontribusi nyata agar guru besar benar-benar mampu melahirkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi penuntun bagi perkembangan peradaban. (ika/dhi)

Editor : M ADHI SURYA
pengukuhan guru besar kakanwil Jember Kemenag RI UIN KHAS Jember