BRI Perkuat Sustainable Finance, Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp842,1 Triliun

Linda Harsanti • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:12 WIB
Hingga akhir triwulan II 2026, 
portofolio pembiayaan BRI terkait aspek sosial dan lingkungan tercatat mencapai Rp842,1 
triliun, atau setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit BRI.
Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio pembiayaan BRI terkait aspek sosial dan lingkungan tercatat mencapai Rp842,1 triliun, atau setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit BRI.

RADAR JEMBER, Jakarta– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat implementasi 
sustainable finance dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam aktivitas 
operasional, pembiayaan, pendanaan, dan investasi, sekaligus mendorong terciptanya 
dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga akhir triwulan II 2026, 
portofolio pembiayaan BRI terkait aspek sosial dan lingkungan tercatat mencapai Rp842,1 
triliun, atau setara dengan sekitar 58% dari total portofolio kredit BRI. 


Portofolio tersebut meningkat dibandingkan posisi semester I 2025 sebesar Rp802,4 triliun. 
Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi dan komitmen BRI dalam mengintegrasikan 
sustainable finance ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus 
memberikan manfaat sosial dan lingkungan. 


Pembiayaan terkait aspek sosial menjadi komponen terbesar dalam portofolio tersebut, 
dengan nilai Rp739,9 triliun. Portofolio ini terutama berasal dari kredit mikro sebesar 60,4%, diikuti kredit UKM sebesar 37,1% dan pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5%. 


Besarnya porsi pembiayaan mikro dan UKM tersebut memungkinkan BRI berperan dalam 
mendukung keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat, sementara pembiayaan perumahan bersubsidi turut memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian. 


Di sisi lain, pembiayaan terkait aspek lingkungan BRI mencapai Rp102,2 triliun, atau sekitar 
7,1% dari total portofolio kredit BRI. Pembiayaan tersebut diarahkan kepada berbagai 
aktivitas yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta transisi 
menuju ekonomi rendah karbon. 


Portofolio terbesar berasal dari sustainable land management dengan porsi 69,2%. 
Selanjutnya, pembiayaan untuk green transportation mencapai 3,1%, energi baru terbarukan 6,5%, produk ramah lingkungan 4,5%, efisiensi energi 2,6%, serta aktivitas lingkungan 
lainnya. 


Penguatan pembiayaan sosial dan lingkungan tersebut berjalan seiring dengan pengembangan sustainable wholesale funding BRI. Hingga semester I 2026, sustainable wholesale funding BRI mencapai Rp37,6 triliun, meningkat dibandingkan Rp34,8 triliun pada 
2025 dan Rp27 triliun pada 2024. 


Instrumen pendanaan tersebut terdiri dari green bond, social bond, sustainability-linked loan, 
social loan, serta instrumen lainnya. Porsi terbesar berasal dari social loan sebesar 38%, 
disusul social bond sebesar 26,6%, sustainability-linked loan sebesar 23,8%, green bond sebesar 3,7%, dan instrumen lainnya sebesar 7,9%. 


Melalui pengembangan instrumen pendanaan tersebut, BRI membangun keterkaitan antara 
sisi pendanaan dan pembiayaan. Proceeds dari instrumen seperti green bond dan social bond
digunakan untuk mendukung pembiayaan yang memenuhi kriteria sosial dan lingkungan, 
sehingga dana yang dihimpun dari investor dapat turut mendukung aktivitas yang 
memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan. 


Penggunaan proceeds tersebut juga diperkuat dengan pengukuran dan pelaporan dampak 
melalui impact report, sehingga investor tidak hanya memperoleh informasi mengenai 
penggunaan dana, tetapi juga dapat melihat manfaat yang dihasilkan dari pembiayaan yang 
didukung oleh instrumen tersebut. 


Dari sisi sosial, komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penerbitan Social Bond BRI. 
Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja UMKM serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan asset usaha nasabah, melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes. 


Dari sisi lingkungan, pembiayaan yang didukung oleh green bond BRI turut memberikan 
kontribusi terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih 
berkelanjutan. Berdasarkan impact report, penyaluran proceeds atas penerbitan green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO₂e per tahun, sekaligus mendukung praktik sustainable land management, melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO/RSPO. 


Pengukuran dampak menjadi bagian penting dalam implementasi sustainable finance BRI 
karena menunjukkan bagaimana pembiayaan yang dilakukan Perseroan dapat diterjemahkan 
menjadi manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan 
menghubungkan sumber pendanaan, penyaluran pembiayaan, hingga pengukuran 
dampaknya, BRI terus membangun ekosistem keuangan yang mendukung pertumbuhan 
ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap agenda sosial dan lingkungan. 

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf menegaskan bahwa BRI akan terus mendorong 
pertumbuhan bisnis yang memberikan manfaat lebih luas bagi para pemangku kepentingan. 
“Ke depan, BRI akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi 
pertumbuhan Perseroan. Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan 
aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan 
dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” pungkas Mahdi. 

 

Editor : Linda Harsanti
Sustainable Loans green finance Sustainable Finance BBRI BRI