Perluas Program Operasi Gratis bagi Duafa, RS Bina Sehat Jember Perkuat Kontribusi SDGs

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:15 WIB
BENTUK KEPEDULIAN: CEO Bina Sehat Group, Prof. dr. Hj. Faida berfoto bersama pasien yang setelah menjalani operasi gratis. (RSBS)
BENTUK KEPEDULIAN: CEO Bina Sehat Group, Prof. dr. Hj. Faida berfoto bersama pasien yang setelah menjalani operasi gratis. (RSBS)

Radar Jember – Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember terus memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejak berdiri pada 2002, rumah sakit ini tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mengembangkan program kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan di Jember serta wilayah Tapal Kuda.

Dalam upaya mendukung tujuan Tanpa Kemiskinan (No Poverty), RS Bina Sehat memastikan akses layanan kesehatan terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk duafa yang belum terjangkau program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga: Nakes Jember Go International! RSBS Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri Lewat Pelatihan BSTC

Pelayanan peserta JKN/BPJS, termasuk PBI, diberikan tanpa diskriminasi. Dukungan juga diberikan melalui pelayanan persalinan bagi keluarga prasejahtera.

Komitmen kemanusiaan diperkuat melalui program CSR “The Power of Love”, berupa operasi gratis bagi duafa. Program yang telah berjalan selama 15 tahun itu mencakup operasi katarak, bibir sumbing, hernia, kaki pengkor, polidaktili, hidrosefalus, meningokel, ensefalokel, dan hipospadia.

Kini program tersebut diperluas dengan bantuan kacamata baca dan kacamata anak, protesa bola mata, kaki dan tangan palsu, alat bantu dengar, serta alat bantu gerak seperti kruk, tongkat, dan kursi roda.

Untuk mendukung mobilitas pasien duafa, tersedia 22 ambulans Merah Putih gratis yang tersebar di sejumlah kecamatan.

RS Bina Sehat juga mendekatkan layanan melalui pos kesehatan gratis yang digelar bersama masyarakat, masjid, pondok pesantren, sekolah, kegiatan keagamaan, dan komunitas.

Baca Juga: Guru Ngaji di Jember yang Terima Bantuan Bola Mata Palsu di Baksos ke-15 RSBS, Terkena Peluru Nyasar di Usia 11 Tahun

Pada tujuan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), rumah sakit memperkuat pemantauan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, layanan tuberkulosis serta HIV, skrining penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes, hingga layanan psikologi klinis.

Sementara dalam aspek Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), RS Bina Sehat mengembangkan Rekam Medis Elektronik (RME), integrasi SATUSEHAT, telemedicine, serta kemitraan dengan pemerintah, institusi pendidikan, universitas, rumah sakit jejaring, dan klinik.

CEO Bina Sehat Group, Prof. dr. Hj. Faida, MMR., CHRA, mengatakan rumah sakit memiliki tanggung jawab lebih luas dari sekadar memberikan pelayanan medis.

“Rumah sakit harus hadir memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan harus berjalan bersama dengan kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan, teknologi, dan kemitraan,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip SDGs diterapkan agar setiap program memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, jejaring kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci,” katanya. (kr/c2/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
operasi gratis tapal kuda Protesa RS Bina Sehat RSBS