Polije Dorong Digitalisasi Eco-Cultural Tourism di Desa Arjasa

Alvioniza • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:20 WIB
Program pengembangan wisata oleh Dosen Polije
Program pengembangan wisata oleh Dosen Polije

 
RADARJEMBER – Potensi wisata di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, terus dikembangkan melalui pendekatan berbasis digital. Salah satunya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Desa Binaan dari Politeknik Negeri Jember (Polije) bertajuk Pengembangan Cagar Budaya Sendang Tirta Amerta Rajasa Melalui Digitalisasi Eco-Cultural Tourism di Desa Arjasa.

Program tersebut menjadi upaya untuk memperkuat pengelolaan sekaligus promosi potensi wisata Desa Arjasa secara terintegrasi. Pengembangan tidak hanya menyasar kawasan Cagar Budaya Sendang Tirta Amerta Rajasa, tetapi juga diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai potensi wisata lain seperti paralayang dan kampung wisata.

Kepala Desa Arjasa, Wasi’ah, mengatakan Desa Arjasa memiliki beragam inovasi dan telah meraih sejumlah penghargaan. Namun, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari tantangan, salah satunya dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, sektor wisata memiliki nilai ekonomi yang cukup besar dan sejalan dengan arah pembangunan Desa Arjasa. Karena itu, pengembangan Sendang Tirta Amerta Rajasa, paralayang, kampung wisata, dan potensi lainnya diarahkan dalam konsep Eco-Cultural Tourism yang terintegrasi.

“Pengembangan wisata tentu memiliki tantangan, terutama bagaimana agar wisata dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu menghubungkan sekaligus mempercepat pengembangan dan promosi wisata,” ujarnya.

Melalui program PkM tersebut, tim Polije mendiseminasikan Sistem Informasi Manajemen, Promotion and Reservation. Sistem tersebut dirancang sebagai sarana informasi, promosi, sekaligus reservasi wisata yang terintegrasi.

Kehadiran sistem digital ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pariwisata di Desa Arjasa. Selain memudahkan wisatawan memperoleh informasi, sistem tersebut juga diharapkan mampu membantu pengelola dalam melakukan promosi dan memberikan layanan wisata yang lebih efektif.

Program pengembangan wisata.
Program pengembangan wisata.

 

Ketua tim PkM Polije, Prawidya Destarianto, S.Kom., M.T., bersama empat anggota tim, yakni Mushthofa Kamal, S.Par., M.Par., Shabrina Choirunnisa, S.Kom., M.Kom., Didit Rahmat Hartadi, S.Kom., M.T., dan Mas’ud Hermansyah, S.S.T., M.Kom., terlibat dalam pengembangan program tersebut.

Program ini dilaksanakan bersama mitra Desa Arjasa, dengan Kepala Desa Wasi’ah dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sugianto sebagai mitra dalam pengembangan wisata.

Selain memperkuat promosi, program PkM tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas manajemen Eco-Cultural Tourism di Desa Arjasa. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendukung peningkatan layanan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Dengan digitalisasi tersebut, pengembangan wisata Desa Arjasa diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Editor : Alvioniza
Jember Polije Wisata