RADAR JEMBER, JEMBER – Upaya mendorong penerapan pertanian berkelanjutan terus dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan Universitas Jember yang diketuai oleh Ir. Ratih Apri Utami, S.P., M.Si. melaksanakan program “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pemanfaatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember” dengan sasaran utama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukamaju.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik budidaya pertanian secara konvensional serta terbatasnya penerapan inovasi di tingkat petani. Selain itu, kegiatan pertanian di Desa Panduman masih berlangsung secara parsial dan petani masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan. Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian Keris LSO Fakultas Pertanian Universitas Jember yang beranggotakan Ir. Marga Mandala,MP,PhD, Ir. Basuki,SP,MSc dari PS. Ilmu Tanah, Ir. Ratih Apri Utami,SP,MSi dari PS Agribisnis, Ir. Suci Ristiyana, STP,MSc dari PS Agroteknologi, Ir. Oria Alit Farisi SP,MP dari Ilmu Perkebunan dan Restiani Sih Harsanti SP,MP dari PS Agronomi, untuk memperkenalkan teknologi hayati dan alternatif input pertanian yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Salah satu kegiatan awal dalam program tersebut adalah sosialisasi pertanian berkelanjutan yang dilaksanakan pada 25 Juli 2026. Kegiatan diikuti oleh 20 anggota dan perwakilan kelompok tani Gapoktan Sukamaju. Materi yang disampaikan mencakup konsep dan prinsip pertanian berkelanjutan, pentingnya menjaga kesehatan tanah, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Dalam kegiatan tersebut, petani juga diperkenalkan dengan sejumlah inovasi pertanian ramah lingkungan, antara lain PGPR, pupuk organik, pestisida nabati, dan tanaman refugia. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan dikaitkan dengan kondisi serta permasalahan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). PGPR merupakan kelompok mikroorganisme yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan berpotensi membantu meningkatkan pertumbuhan serta kesehatan tanaman. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sekaligus mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan sistem pertanian. Narasumber dalam pelatihan ini adalah Bapak Ari Wibowo dari Pancar Tani Jember. Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui demonstrasi dan praktik langsung. Petani dilibatkan secara aktif dalam proses pelatihan sehingga memperoleh pengalaman praktis mengenai bahan, tahapan pembuatan, serta pemanfaatan PGPR. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani sehingga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan input hayati secara lebih mandiri.
Selain PGPR, program pengabdian juga memperkenalkan Plant Growth-Promoting Endophyte (PGPE) dan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai alternatif teknologi yang dapat mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2026 dengan fasilitator tim mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. (M.Fajar Ilham, Iin Kristin Sibarani, Intan Fatimatus Sahro, Alfina Wulandari dan Louise Michaela Jesslynd Verrell) sekaligus melakukan program KKN di Desa Panduman. Dalam pelaksanaannya, petani diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Petani juga memperoleh modul dalam bentuk cetak dan digital sebagai bahan pendukung untuk memudahkan penerapan teknologi setelah kegiatan selesai.
Tidak berhenti pada teknologi peningkatan pertumbuhan tanaman, tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam pembuatan pestisida nabati berbahan tanaman mimba. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 tersebut meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan mengenai manfaat tanaman mimba sebagai bahan pestisida nabati serta teknik pengaplikasiannya. Pada kesempatan yang sama, petani juga mendapatkan bibit mimba dan benih marigold untuk dikembangkan sebagai tanaman refugia di sekitar lahan budidaya. Pemanfaatan tanaman refugia diarahkan untuk mendukung keseimbangan agroekosistem dan membantu konservasi organisme yang bermanfaat dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Jember berharap terjadi perubahan pola pikir dan praktik budidaya di kalangan petani Desa Panduman. Pemanfaatan teknologi hayati seperti PGPR, PGPE, MOL, serta pestisida nabati diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang lebih mandiri, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Ke depan, pendampingan kepada Gapoktan Sukamaju diharapkan dapat terus dilakukan sehingga inovasi yang telah diperkenalkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di lahan petani Desa Panduman.