RADAR JEMBER, JEMBER - Tim Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember menggelar sosialisasi sekaligus serah terima alat pemotong tahu dan mesin penggiling kedelai kepada Pabrik Tahu Saudara Jaya di Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program pengabdian bertajuk “Transformasi Fasilitas Kerja Berbasis Lean Manufacturing untuk Menin⁸gkatkan Produktivitas Agroindustri Tahu di Kabupaten Jember”, yang melibatkan 3 dosen dan 2 mahasiswa TIP UNEJ.
Berawal dari hasil penelitian sebelumnya terkait permasalahan produksi yang dihadapi Pabrik Tahu Saudara Jaya, mulai dari proses yang masih manual, alur kerja yang kurang efisien, hingga beban kerja pengrajin yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini pun hadir sebagai kelanjutan dari temuan tersebut, dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Juni lalu untuk memvalidasi kebutuhan UMKM sekaligus menyusun rencana pengadaan alat dan mesin.
Berdasarkan dari hasil FGD tersebut, tim kemudian lanjut merancang alat pemotong tahu dan mesin penggiling kedelai pada Juli 2026, dengan pendekatan lean manufacturing sebagai acuan utama untuk memangkas pemborosan dalam proses produksi. Rancangan ini kemudian diuji langsung di lapangan lewat serangkaian uji coba pada Juli hingga Agustus, guna memastikan alat dan mesin benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kerja di pabrik.
Setelah melalui proses uji coba, dilanjutkan kegiatan sosialisasi terkait penggunaan alat dan mesin digelar pada Agustus. Selain memperkenalkan cara pengoperasian, tim turut membacakan Standard Operating Procedure (SOP) agar alat dan mesin dapat digunakan secara optimal, aman oleh tenaga kerja pabrik.
Bu Shinta Syafrina selaku dosen sekaligus ketua tim pengabdian ini menyampaikan bahwa alat dan mesin yang diserahkan diharapkan dapat membantu mempercepat proses produksi, menjaga konsistensi hasil, sekaligus meringankan beban kerja para pekerja.
Pemilik Pabrik Tahu Saudara Jaya Pak Muhammad Wahyudi, menyambut baik bantuan ini dan berharap pendampingan semacam ini dapat terus berlanjut ke depannya. Ia menilai kolaborasi dengan kampus membuka peluang besar bagi pelaku usaha tahu skala rumahan untuk terus berkembang dan bersaing.
Program pengabdian ini menjadi bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember. Tim berharap program serupa dapat menjangkau lebih banyak pelaku agroindustri tahu di Kabupaten Jember, sehingga modernisasi fasilitas kerja dan peningkatan produktivitas dapat dirasakan secara lebih luas.