Model Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Pesantren Mulai Diuji di Jember

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:16 WIB
Didukung Hibah Hilirisasi Riset Prioritas–SINERGI Kemdiktisaintek–LPDP, riset kolaboratif ini mengintegrasikan benih unggul, budidaya, peternakan, pakan, pupuk organik, dan prinsip zero waste menuju model teknologi dan bisnis TKT 8–9.
Didukung Hibah Hilirisasi Riset Prioritas–SINERGI Kemdiktisaintek–LPDP, riset kolaboratif ini mengintegrasikan benih unggul, budidaya, peternakan, pakan, pupuk organik, dan prinsip zero waste menuju model teknologi dan bisnis TKT 8–9.

RADAR JEMBER - Model pertanian–peternakan terpadu berbasis pesantren mulai diuji melalui penelitian Model Hilirisasi Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Komunikasi Bisnis dan Ekoteologi di Pesantren Sentra Hortikultura Jawa Timur. Riset yang diketuai Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi ini merupakan bagian dari Hibah Hilirisasi Riset Prioritas–SINERGI, skema pendanaan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penelitian melibatkan akademisi Universitas Jember (UNEJ) dan UIN KHAS Jember, mitra industri PT Benih Citra Asia (BCA), serta Pondok Pesantren dan Kelompok Tani. “Hilirisasi riset ini kami arahkan agar teknologi tidak berhenti di kampus, tetapi benar-benar teruji dalam kondisi produksi nyata. Karena itu, kami membangun model yang menghubungkan benih, budidaya, peternakan, pupuk organik hingga tata kelola bisnis dalam satu ekosistem produksi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Sholeh Avivi.

Dalam beberapa bulan terakhir, tim telah melakukan koordinasi dan pemetaan lokasi. Produksi benih hortikultura dilaksanakan di lahan percobaan Kecamatan Ajung, Panti, dan Sukorambi, Kabupaten Jember, sedangkan penelitian peternakan domba berada di Kecamatan Ajung.

Pada sektor pertanian, tim telah memproduksi dan mendistribusikan pupuk organik yang diperkaya Trichoderma, melakukan analisis tanah, pemupukan dasar, serta penanaman bibit. Pengamatan minggu ketiga pada pare dan mentimun menunjukkan berbagai kombinasi pupuk P dan pupuk kotoran kambing yang diperkaya Trichoderma memberikan respons relatif sama terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan masih dilanjutkan hingga produksi benih diperoleh.

Model Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Pesantren Mulai Diuji di Jember
Model Pertanian–Peternakan Terpadu Berbasis Pesantren Mulai Diuji di Jember

“Data yang kami peroleh saat ini masih merupakan hasil pengamatan awal. Pengamatan akan dilanjutkan sampai produksi benih sehingga efektivitas teknologi budidaya dapat dinilai berdasarkan data yang lebih lengkap,” jelas Ir. Mohammad Nur Khozin, S.P., M.P., anggota tim bidang pertanian.

Di sektor peternakan, penelitian diarahkan membangun sistem yang terintegrasi dengan pertanian. Limbah tanaman berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan, sedangkan limbah ternak diolah menjadi pupuk organik untuk dikembalikan ke lahan.

“Peternakan dalam model ini tidak berdiri sendiri. Hubungan tanaman, pakan, ternak, dan pupuk dirancang agar sumber daya dapat terus dimanfaatkan dalam satu siklus produksi,” kata Dr. Ir. Amam, S.Pt., M.P., anggota tim riset.

Aspek bisnis, komunikasi, dan ekoteologi turut memperkuat model. Akademisi UIN KHAS Jember Prof. Dr. Nurul Widyawati Islami Rahayu, M.Si. menangani model bisnis dan kelayakan finansial, Dhama Suroyya, M.I.Kom. pada komunikasi bisnis dan diseminasi, sedangkan Nasirudin Al Ahsani, L.c., M.Ag. dan Zainul Fanani, S.Ag., M.Ag. memperkuat aspek ekoteologi dan etika keberlanjutan. Dari UNEJ, Ir. Muhammad Burhanuddin Irsyadi, S.P., M.Sc.; Ir. Fauziatun Nisak, S.P., M.P.; dan Deki Zulkarnain, S.AB., M.Si. turut mendukung pelaksanaan riset sesuai bidang masing-masing.

Model ini diarahkan menjadi closed-loop system, dengan integrasi benih, budidaya, peternakan, pakan, pupuk organik, komunikasi bisnis, dan prinsip zero waste. Target akhirnya adalah menghasilkan Model Teknologi dan Model Bisnis TKT 8–9 yang dapat diadopsi PT BCA dan direplikasi secara nasional.

Saat ini, luaran berupa manuskrip ilmiah dan buku masih dalam tahap draft, sementara pengamatan dan validasi lapangan terus dilakukan sebagai dasar pengembangan model hilirisasi berikutnya.

 

Editor : M. Ainul Budi
uin khas Jember UNEJ lpdp